Anggota BPK: Seharusnya PGN Mengakuisisi Pertagas

Husen Miftahudin    •    Jumat, 08 Dec 2017 11:24 WIB
perusahaan gas negara (pgn)holding migas
Anggota BPK: Seharusnya PGN Mengakuisisi Pertagas
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Jakarta: Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi menilai niat Pertamina mengakuisisi Perusahaan Gas Negara (PGN) tidak tepat. Seharusnya, PGN mengakuisisi Pertagas karena sama-sama perusahaan yang mengelola gas.

"Kita sebaiknya memisahkan kelompok usaha sesuai core bisnis yang dikuasai sehingga Pertagas lebih pas diakuisisi PGN. Dan sebagai perusahaan publik, itu bisa membantu saham PGN agar naik drastis," ungkap Achsanul dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 8 Desember 2017.

Dia menekankan bahwa PGN harus mengurus gas dan Pertamina mengurus minyak. PGN dan Pertagas sendiri harus saling bersinergi untuk mengurangi investasi ganda.

"Saat ini seringkali ada investasi ganda. PGN membangun pipa, Pertagas juga membangun pipa di lokasi yang sebetulnya beririsan. Jika mereka saling sinergi dan bersatu mungkin pemborosan keuangan tidak akan terjadi," ketusnya.

Mengacu Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2017, ditemukan potensi kerugian yang dialami Pertagas pascatidak efektifnya sejumlah proyek yang dikerjakan anak usaha Pertamina tersebut. Potensi kerugian Pertagas bersumber dari tidak optimalnya bisnis niaga dan transportasi gas perusaaan di sejumlah wilayah.

"Pada kegiatan niaga gas, Pertagas menanggung kehilangan pendapatan senilai USD16,57 juta dan timbulnya piutang macet senilai USD11,86 juta akibat penyusunan nominasi, skema niaga, dan operasi pemanfaatan gas Pondok Tengah yang tidak mempertimbangkan kondisi operasi, serta pengalihan alokasi gas untuk kebutuhan Compressed Natural Gas (CNG) kepada PT Mutiara Energy (PT ME)," ujar Ketua BPK Moermahadi Soerja dalam IHPS I 2017, beberapa waktu lalu.

 


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA