Mubadala Lirik Investasi di Blok Mahakam

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 08 Nov 2017 17:56 WIB
blok mahakam
Mubadala Lirik Investasi di Blok Mahakam
Blok Mahakam. (FOTO ANTARA/Hermanus Prihatna)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mubadala Petroleum berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia. Perusahaan minyak asal Uni Emirat Arab itu juga menaruh perhatian terhadap Blok Mahakam.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ego Syahrial mengatakan, Mubadala berminat di Blok Mahakam dan berharap peraturan perpajakan untuk skema bagi hasil gross split segera diterbitkan.

"Intinya (kunjungan) Mubadala kemarin itu (Selasa 7 November), mereka menyampaikan terima kasih (karena) investasi di Indonesia berjalan dengan baik. Hambatan maupun tantangan yang mereka hadapi, ya kan yang namanya industri migas ini kan pasti banyak tantangan, misalnya shutdown. Baik SKK Migas, Ditjen Migas, mencarikan solusi. Itu masalah temporary saja," kata Ego seperti dikutip dari laman Ditjen Migas, Rabu 8 November 2017.

Dalam kesempatan itu, Ego menjelaskan, Mubadala juga menyampaikan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia. Tidak terbatas pada Lapangan Ruby di Blok Sebuku yang tengah digarapnya, tetapi juga lapangan migas lainnya yang dianggap potensial.

Salah satu lapangan yang ditanyakan Mubadala adalah Blok Mahakam yang pengelolaannya mulai 1 Januari 2018 berada di tangan PT Pertamina. Terkait Blok Mahakam ini, menurut Ego, Pemerintah menyarankan agar perusahaan tersebut melakukan pembicaraan b to b dengan Pertamina.

"Soal Mahakam mereka juga sempat tanya. Kita sebagai Pemerintah bilang, ya silakan b to b ke Pertamina. Jadi kita tidak tahu seperti apa. Cuma kita bilang, 'you ada baiknya bicara dengan Pertamina karena Pertamina pun, Pak Massa (Dirut Pertamina) ingin cari partner'," jelas Ego.

Menurutnya, satu hal lain yang menarik yang menjadi perhatian Mubadala adalah aturan perpajakan untuk skema bagi hasil gross split karena terkait penawaran 15 wilayah kerja (WK) tahap pertama di 2017.

"Salah satunya karena lelang (WK migas) tahap pertama. Mereka kan juga ada joint study," imbuh Ego.

Terkait aturan perpajakan gross split ini juga telah disampaikan Mubadala dalam pertemuan Wamen ESDM Arcandra Tahar dengan Undersecretary, Ministry of Energy, UAE, H.E. Matar Hamed Al Neyadi, akhir Oktober 2017.

Dalam pertemuan itu, Mubadala Petroleum juga menyatakan akan melakukan investasi di Blok Andaman dan akan mempertimbangkan untuk perluasan investasi ke Natuna.

 


(AHL)