Batu Bara Batal sebagai Penentu Tarif Listrik?

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 13 Feb 2018 11:54 WIB
batu baratarif listrik
Batu Bara Batal sebagai Penentu Tarif Listrik?
Ilustrasi. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan tidak ada formula baru dalam pembentukan tarif listrik.

Sebelumnya Kementerian ESDM akan mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) terkait tarif listrik nonsubsidi atau tarif adjustment. Komponen batu bara akan dimasukan sebagai penentu tarif listrik nonsubsidi.

Namun demikian Jonan mengaku tidak ada penerapan formula baru dalam listrik. "Kalau formula baru tidak ada itu," ujar Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 12 Februari 2018.




Sementara itu, PT PLN (Persero) setuju dengan wacana pemerintah yang akan memasukkan harga batu bara acuan sebagai komponen penentu tarif listrik nonsubsidi bersamaan dengan
komponen lainnya yaitu harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), inflasi, dan kurs dolar Amerika Serikat.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan dimasukkannya harga batu bara acuan sudah diminta PLN sejak lama.

PLN melihat porsi batu bara pada pembangkit dalam bauran energi semakin meningkat. Oleh karena itu, rencana ini disambut baik oleh PLN.

Made juga menjelaskan dengan memasukkannya harga batu bara itu dinilai tarif dasar listrik akan lebih realistis. Selain itu, Made melanjutkan, jika pengadaan bahan baku naik, pihaknya akan meminta pemerintah supaya dapat menerapkan harga batu bara melalui cost plus margin untuk pembangkit dalam negeri (DMO). Dengan begitu maka tarif listrik bisa disesuaikan dan bisa turun.

 


(AHL)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

1 hour Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA