PetroChina Rencana Akuisisi Blok Kasuri

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 11 Jan 2018 09:25 WIB
migaspengelolaan gas bumigas
PetroChina Rencana Akuisisi Blok Kasuri
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Jakarta: PetroChina berencana akan melakukan akuisisi Blok Kasuri di 2018 ini. Akuisisi ini menjadi salah bentuk eksistensi perusahaan untuk sektor hulu migas Indonesia di luar pengembangan blok yang sudah ada. Sekarang blok yang berada di Papua Barat ini dioperatori oleh Genting Oil.

Pengembangan Blok Kasuri saat ini masih menunggu persetujuan Plan of Development (POD) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Diharapkan akuisisi ini bisa berjalan dengan baik dan nantinya memberi efek positif terhadap hulu migas di Tanah Air.

"Tahun ini sebenarnya kita ada lagi approach ke Kasuri, itu kita diskusi sudah tahap komersial. Mudah-mudahan kita bisa dapatkan dari downstream," kata Vice Supply Chain Management and Operation Support Gusminar, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Gusminar menjelaskan rencananya perusahaan negeri Tirai Bambu itu akan melakukan farm in di Blok Kausuri sehingga menjadi pemegang saham mayoritas dan menjadi operator di sana. "Kita chip in di sana. Presentase saya kurang tahu tapi mayoritas," ucap dia.

Selain terus memperluas bisnis migas di Indonesia, akuisisi ini dilakukan lantaran Genting Oil dikabarkan menjual beberapa sahamnya di Blok Kasuri. Ditambah, pengembangan blok-blok migas Indonesia juga mulai mengarah ke timur Indonesia.

"Karena Indonesia kedepannya kalau kita melihat bahwa masa depan banyak itu di timur Indonesia. Jadi kita mau banyak kembangkan di sana," jelas dia.

PetroChina terlihat sudah cukup mendalami Blok Kasuri. Gusminar menyebut jika gas dari blok itu dikomersilkan maka gas yang dihasilkan diperkirakan seharga USD5-6 per MMBTU. "Mungkin diangka USD5-USD6 per MMBTU," pungkas dia.

Seperti diketahui, Blok Kasuri masuk dalam tiga proyek besar migas yang dapat berkontribusi menambah cadangan migas sebesar 3,5 triliun kaki kubik (TCF). Pengembangan kedpannya, Blok Kasuri diproyeksikan dapat menghasilkan gas sekitar 285 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Genting Oil telah mengajukan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) sejak awal tahun 2017. Namun, proposal PoD dikembalikan SKK Migas karena biaya yang diajukan dinilai terlalu mahal. Genting mengajukan biaya pengeboran satu sumur pengembangan sebesar USD80 juta hingga USD85 juta. Sedangkan hitungan SKK Migas hanya USD30 juta.


(ABD)