Intervensi Harga BBM Nonsubsidi, Bisnis Pertamina Terganggu

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 10 Apr 2018 20:30 WIB
pertamina
Intervensi Harga BBM Nonsubsidi, Bisnis Pertamina Terganggu
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.

Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengaku terganggu atas kebijakan yang akan diterapkan pemerintah kepada badan usaha yang harus mengajukan persetujuan terlebih dahulu ketika akan mengubah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus atau nonsubsidi.

BBM nonsubsidi sebelumnya merupakan ranah bisnis badan usaha yang harganya tidak diatur oleh pemerintah. Badan usaha seharusnya bisa menaikkan harga sewaktu-waktu tanpa persetujuan pemerintah.

baca : Pembatasan Subsidi BBM Masih Digodok

Namun, Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar menjelaskan upaya mendapatkan izin dari pemerintah terkait penentuan harga BBM nonsubsidi akan membebankan badan usaha.

"Pasti (terganggu), tapi nominal segala macam belum hitung," kata Iskandar, ditemui di Komolek Parlementer Senayan, Jakarta, Selasa, 10 April 2017.

Iskandar menuturkan, seperti penjualan pertalite saat ini. Pertamina menjual rugi BBM dengan kadar RON 90 tersebut. Keekonomian pertalite seharusnya sekitar Rp8.000 per liter. Sedangkan saat ini perseroan masih menjual di angka Rp7.800 per liter.

"Yang jelas saat ini seperti pertalite kami jual rugi. Keekonomiannya sekitar Rp8.000-an, kurang Rp200 lagi," ucap dia.

Iskandar juga melanjutkan perseroan sudah menaksir dampak yang akan timbul jika aturan itu diterapkan. Dampak tersebut akan mengganggu perkembangan bisnis perseroan.

"Kita belum lihat impact-nya karena belum teraplikasi bisa berandai andai-andai, tapi secara logika ‎ada (menghambat perkembangan bisnis). Tapi kita belum bisa tau apa iya. Tapi kalau minta izin dikasih kan enggak ada apa-apa," pungkas dia.

 


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA