Ketua DPD Soroti Isu Monopoli PLN

Anindya Legia Putri    •    Senin, 19 Jun 2017 19:59 WIB
berita dpd
Ketua DPD Soroti Isu Monopoli PLN
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang bertemu dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir (Foto:Dok.DPD RI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam pertemuan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (Oso) dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir, hari ini, salah satu yang menjadi pembahasan selain isu kenaikan tarif dasar listrik, yakni soal monopoli PLN.

Pertemuan antara Oso dan Dirut PLN berlangsung secara tertutup di ruang kerja Ketua DPD, Nusantara III, Lantai 8, Komplek Parlemen, Jakarta, Senin, 19 Juni 2017. Dalam pertemuan tersebut, Oso didampingi Ketua Komite II Parlindungan Purba.

Menurut Senator asal Kalimantan Barat tersebut, isu monopoli yang hinggap di PLN tidak benar. "Saat ini, PLN sudah memberikan kesempatan dan peluang kerja kepada swasta dan daerah dari proyek 35 ribu megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintah. Swasta berhak berinvestasi membangun 25 ribu MW, dan sisanya 10 ribu dikerjakan oleh PLN," kata Oso, usai pertemuan dengan Dirut PLN.
 
Pemerintah melalui PLN, berkomitmen untuk mengerjakan proyek 35 ribu megawatt hingga 2019, yang dikerjakan oleh swasta dan PLN. "Itu menunjukkan bahwa PLN memberikan kesempatan kepada investor swasta dan daerah untuk ikut serta dalam proyek tersebut," ucap Oso.

Ketua Komite II Parlindungan Purba turut menyampaikan pandangan kepada Dirut PLN mengenai perlunya sumber energi alternatif. Parlin menilai, saat ini biaya produksi listrik sangat besar, dan perlu adanya sumber energi baru seperti minyak sawit atau gas.

"Saya setuju dengan porsi pencabutan subsidi listrik yang tidak tepat sasaran. Hal lain yang perlu diperhatikan oleh PLN dalam menekan biaya produksi listrik adalah dengan pemanfaatan energi alternatif, seperti minyak sawit atau gas," kata Senator asal Sumatera Utara itu.


(ROS)