Penggunaan Mobil Listrik Bisa Dorong Pemakaian EBT

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 04 Aug 2017 15:34 WIB
mobil listrikenergi terbarukan
Penggunaan Mobil Listrik Bisa Dorong Pemakaian EBT
Anggota DEN Rinaldy Dalimi (paling kanan). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan pemanfaatan mobil listrik dan panel surya dapat mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Sebab, dua teknologi itu memiliki alat yang canggih dalam menyerap pemakaian EBT.

"Untuk tenaga surya terdapat tren di negara-negara maju di panel surya sudah dipasang di atap-atap gedung. Tarif tenaga surya juga terbilang kompetitif," ujar Anggota DEN Rinaldy Dalimi, di ‎Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat 4 Agustus 2017.

Sedangkan untuk pemanfaatan mobil listrik, ungkap Rinaldy, dianggap lebih efisien karena bisa mensubstitusi penggunaan energi fosil. Asalkan, baterai dan listrik yang digunakan bersumber dari tenaga efisien.

"Adanya perkembangan teknologi seperti ini bisa membuat pertumbuhan penggunaan EBT bersifat eksponensial, tidak linear lagi. Sehingga, di masa depan, EBT bisa berkontribusi lebih banyak lagi di dalam bauran energi," jelas Rinaldy.

Walaupun demikian, pemanfaatan dua sarana EBT itu harus didukung oleh regulasi yang tepat. Pemanfaatan tenaga EBT sebelum di 2025 harus dirangsang dengan regulasi yang ada, agar masyarakat dan pelaku usaha bisa menyerap EBT.

Setelah pada masa itu, penggunaan EBT dapat ditingkatkan oleh mekanisme pasar. Pasalnya, masyarakat menilai tenaga EBT lebih ekonomis bila dibanding sumber tenaga yang lainnya.

DEN sendiri, lanjut dia, menyambut baik wacana pemerintah di bidang EBT, seperti rencana Peraturan Presiden (Perpres) mobil listrik maupun rencana revisi tarif listrik dari pembangkit berbasis EBT. Namun, aturan itu diharapkan bisa menyokong penggunaan EBT dalam jangka panjang. "‎Memang pasar mendorong (pemanfaatan EBT), namun harus diinisiasi pemerintah juga," pungkas Rinaldy.

 


(AHL)