Indonesia Power Teken Kontrak PLTGU Tambak Lorok Blok 3

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Jul 2017 18:18 WIB
pln
Indonesia Power Teken Kontrak PLTGU Tambak Lorok Blok 3
PT Indonesia Power dan konsorsium Marubeni-General Electric-Hutama Karya teken proyek PLTGU Tambak Lorok Block 3. (FOTO: MTVN/Ayu)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indonesia Power dan konsorsium Marubeni-General Electric-Hutama Karya hari melakukan penandatanganan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok Block 3 dengan kapasitas 799 megawatt (mw) dengan nilai proyek Rp4,8 triliun.

Direktur Utama PT Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani mengatakan PLTGU Tambak Lorok ini merupakan salah satu proyek strategis dalam program 35 ribu mw yang berada di Jawa Tengah yaitu Semarang.

Setelah penandatanganan kontrak hari ini, selama enam bulan ke depan, konsorsium akan menyelesaikan tahap financial closing dan selanjutnya selama 28 bulan akan mulai dibangun fisik dari PLTGU.

"Proyek ini merupakan bagian 35 ribu mw dan merupakan proyek strategis," kata Inten di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.


PT Indonesia Power dan konsorsium Marubeni-General Electric-Hutama Karya teken proyek PLTGU Tambak Lorok Block 3

Inten menjelaskan proyek yang bernilai Rp4,8 triliun ini diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan perintah PT PLN (Persero) melalui pernyataan Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang yakni semester I-2020.

Oleh karena itu, Inten mengungkapkan Indonesia Power akan selalu berkomunikasi dan mengawasi kepada pemenang tender yakni konsorsium Marubeni-General Electric-Hutama Karya.

"Secara kontraktual memang begitu. Kita di lapangan dengan komunikasi insentif maka bisa speed up. Mereka sudah dikasih jam yang sudah diset tidak boleh mundur," jelas Inten.

Dalam pembangunan PLTGU Tambak Lorok Block 3 ini, Inten melanjutkan, akan menggunakan teknologi canggih yakni gas turbin type H. Gas turbin ini akan mengefisiensikan 62 persen dari kinerja mesin dalam beroperasi menghasilkan listrik.

Adapun, pasokan gas yang akan mensuplai PLTGU tersebut, Inten kembali menambahkan akan berasal dari blok Gundih di Blora dan lapangan Kepodang. Indonesia Power sudah melakukan Penandatanganan Jual Beli Gas (PJBG) dari Kedua sumber gas tersebut.

"Sekarang sudah ada dari Gundih dan dari Kepodang. Volume kebutuhan 90 BBTUD," sebut Inten.


(AHL)