Masukan Pertamina dalam RUU Migas

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 12 Jul 2017 19:36 WIB
pertamina
Masukan Pertamina dalam RUU Migas
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan integrasi dalam pembangunan infrastruktur gas sangat ditekankan pada revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Usai melakukan rapat dengan Badan Legislatif, Direktur Utama PT Pertamina, Elia Massa Manik mengatakan pembahasan mengenai revisi Undang-Undang hari ini terkait pandangan Pertamina sebagai National Oil Company (NOC).

Dalam rapat yang berlangsung hampir dua jam, pihak Pertamina banyak berdiskusi tentang kekurangan dan hambatan perseroan sebagai NOC. Pertamina pun meminta perlakuan yang sama dengan pemain migas lain meskipun ia sebagai NOC.

"Kita baru bicara sebagai NOC seperti apa. Kita cuma bicara ini loh kekurangan kita, kita ceritain hambatannya apa, kita sebagai pertamina sebagai NOC perlakuaannya sama seperti player yang lain," kata Massa saat ditemui di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Dari segi cadangan migas dan belanja modal yang dimiliki perseroan, Massa juga menuturkan masih sangat kecil jika dibandingkan dengan Petronas, NOC Malaysia.

"Masih banyak tantangan kita. Seperti cadangan kuta 3,4 miliar barel. Petronas sudah 12 miliar barel. Kedua capex, capex kita rata-rata lima tahun hanya USD20 miliar, Petronas USD80 miliar. Ini masih banyak perjuangkan," jelas dia.

Selain itu, peta jalan sektor migas juga disinggung. Mantan Direktur Utama PTPN III Holding ini mengatakan perlu adanya integrasi dalam pembangunan infrastruktur gas. Mulai dari dimana sumber gas berasal, dimana pembangunan infrastruktur gas, dan dimana pasar gas tersebut. Dengan begitu, akan tercipta keekonomian. Dia juga menuturkan supaya pembangunan infrastruktur gas tidak tumpang tindih.

"Itu lah kenapa yang kita tekankan dalam ruu migas perlu terintegrasi dimana gasnya, di mana infrastrukturnya, di mana pasarnya. Supaya dia ekonomis," ucap dia.

Sementara itu, saat disinggung mengenai holding BUMN Migas yang digadang-gadang akan mempertemukan dua perusahaan BUMN energi Pertamina dan PGN, Massa hanya mengatakan dalam rapat tidak ada bahasan soal holding itu.

"Kita juga tidak bicara holding," pungkas dia.


(SAW)