Cirebon Power Genjot Kompetensi SDM Ketenagalistrikan

Husen Miftahudin    •    Rabu, 23 Jan 2019 21:31 WIB
pembangkit listrik
Cirebon Power Genjot Kompetensi SDM Ketenagalistrikan
Sekjen Kemenperin Haris Munandar (kanan) dan Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto (tengah). (FOTO: dok Cirebon Power)

Cirebon: Cirebon Power menggenjot pengembangan sumber daya manusia (SDM) ketenagalistrikan dengan menyelenggarakan program vokasi operasi dan pemeliharaan pembangkit batu bara bersih. Program tersebut telah meluluskan 19 siswa.

Program vokasi itu merupakan program kerja sama antara Cirebon Power dengan Korean Midland Power (KOMIPO) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Program yang berjalan sejak Agustus 2018 itu terdiri dari 200 jam belajar, 4.800 jam kerja praktik di pembangkit, serta mengikuti uji kompetensi di akhir program.

Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto mengatakan program vokasi ini bertujuan untuk bisa menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang ketenagalistrikan. Sebab saat ini sejumlah pembangkit listrik sedang dalam proses pembangunan sehingga tak lama lagi akan membutuhkan tenaga kerja profesional.

"Lulusan vokasi ini mengantongi sertifikat kompetensi dari Kementerian ESDM, sehingga memenuhi kualifikasi untuk bekerja di pembangkit listrik manapun. Apalagi keahlian mereka sangat langka dan spesifik," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Cirebon Power juga sudah merekrut dua lulusan terbaik dalam program vokasi ini. "Namun kita juga membebaskan mereka untuk mencari peluang lain," papar Heru.

Heru berharap pelibatan masyarakat lokal dalam program vokasi ini membuat banyak pekerja lokal yang bisa bergabung di Cirebon Power. "Sehingga nanti tidak mesti bekerja di Cirebon Power, namun bisa juga ke perusahan pembangkit lainnya," ungkapnya.

Sekjen Kemenperin Haris Munandar mengapresiasi kegiatan vokasi yang diinisiasi Cirebon Power. Menurutnya, program vokasi Cirebon Power ikut berperan dalam menyiapkan tenaga kerja ketenagalistrikan yang kompeten, terutama pembangkit listrik.

"Dengan banyaknya perusahaan yang menyelenggarakan program vokasi, diharapkan tenaga kerja di Indonesia akan lebih banyak terserap. Harapannya ke depan, perusahaan-perusahaan harus menggunakan tenaga kerja Indonesia," tutup Haris.


(AHL)