Danai PLTU, Adaro Raup Pinjaman USD409 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 29 Nov 2016 18:52 WIB
adaro energy
Danai PLTU, Adaro Raup Pinjaman USD409 Juta
Adaro Indonesia. MI/Denny Saputra.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah meraih kepastian terkait pendanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x100 megawatt (mw) di Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dana itu didapatkan dari konsorsium Adaro yang menggapai pinjaman sindikasi sebesar UDD409 juta dari enam perbankan.

Proyek yang digarap oleh PT Tanjung Power Indonesia (TPI) memiliki nilai investasi USD545 juta. ‎TPI merupakan konsorsium yang dibentuk oleh Adaro Power dengan PT EWP Indonesia, anak usaha Korea East West Power Co,Ltd. Pengerjaan proyek PLTU tersebut Adaro memiliki 65 persen saham, sisanya 35 persen dimiliki EWP.

Corporate Secretary Adaro Energy Mahardika Putranto mengatakan, enam sindikasi perbankan yang memberikan adalah Korea Development Bank, The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ‎, DBS Bank Ltd, Mizuho Bank Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan HSBC. Pinjaman sebanyak USD409 juta mewakil 75 persen dari kebutuhan proyek PLTU tersebut.

"Sisa kebutuhan investasi akan menggunakan ekuitas dari kedua belah pihakm Tapi, Adaro Energy akan memberikan jaminan terhadap ekuitas yang akan dijalankan Adaro Power. Total kewajiban konten mencapai USD88 juta," jelas Mahardika, seperti mengutip keterbukaan informasi BEI, Selasa (29/11/2016).

Listrik yang didapat dari proyek tersebut, bilang Mahardika, akan dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Akan tetapi mengacu pada jangka waktu perjanjian yaitu 25 tahun setelah selesainya tahap konstruksi.

"Dengan terselesaikannya PLTU tersebut akan menambah pundi-pundi bisnis Adaro Energy d‎i bisnis sektor listrik," kata dia.


(SAW)