Kontrak East Natuna, ExxonMobil Siap Pakai Skema Gross Split

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 09 Dec 2016 10:50 WIB
blok natuna
Kontrak East Natuna, ExxonMobil Siap Pakai Skema <i>Gross Split</i>
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Bojonegoro: ExxonMobil siap mengikuti aturan pemerintah dalam mengembangkan wilayah migas blok East Natuna. Terutama, dalam mekanisme kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) gross split.

Vice President Public and Governent Affairs ExxonMobil Erwin Maryoto mengatakan, ExxonMobil bersama konsorsium lainnya PT Pertamina dan perusahaan migas asal Thailand PTT EP terus melakukan diskusi dengan pemerintah. Konsorsium juga telah menyampaikan usulan-usulannya seperti sistem kontrak tersebut.

"East Natuna kan diminta oleh pemerintah untuk segera buat PSC dan kita mendukung upaya tersebut. Kita sudah menyampaikan konsorsium, PTT EP dan Pertamina sudah menyampaikan usulan dari pihak konsorsium kepada pemerintah PSC-nya. Sekarang sedang dibahas," kata Erwin di Bojonegoro, Jawa Tengah, Jumat (9/12/2016).

Baca: Skema Gross Split Bisa Menarik Minat Investor

Erwin menjelaskan, PSC dan Technical Market Review (TMR) akan dilakukan secara paralel. PSC rencananya akan ditandatangani awal 2017 dan TMR akan selesai pada pertengahan 2017. Hal itu diyakininya dapat mempercepat pengembangan blok East Natuna.

"Hasil dari technical and market review kita bicara PSC. Tapi, pemerintah menginginkan bicara lebih cepat. Kalau begitu segera saja pararel, technical market jalan tapi usulan PSC umumnya diusulkan juga," ucap dia.

Pihak ExxonMobil pun akan siap dengan segala keputusan pemerintah tentang penglolaan blok tersebut. Termasuk dalam skema gross split pada kontrak.

"Kalau aturannya sudah keluar ya semua harus ikut itu," ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan, pemerintah berencana akan menerapkan skema gross split agar pengembangannya lebih efisien dan lebih cepat. Pihak dari Pertamina pun juga sudah menargetkan TMR akan selesai pada pertengahan 2017. Skema gross split adalah kontrak bagi hasil yang tidak lagi dibebankan biaya penggantian ke kontraktor migas.


(AHL)