BPH Migas Atur Volume Distribusi BBM ke Pertamina & AKR Corporindo

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 24 Nov 2016 15:35 WIB
bbm satu harga
BPH Migas Atur Volume Distribusi BBM ke Pertamina & AKR Corporindo
Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy N Sommeng (berkaca mata). (FOTO: MI/Palce)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy N Sommeng hari ini menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Aneka Kimia Raya Corporindo (AKR) untuk menjalankan instruksi presiden terkait BBM satu harga di seluruh Indonesia.

Andy mengatakan, BPH dan tim penugasan public service obligation (PSO) yang terdiri dari Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan BPH Migas telah menetapkan Surat Keputusan Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu (P3JBT) atau solar subsidi dan minyak tanah pada 2017 kepada Pertamina dan AKR Corporindo.

Dalam kesempatan yang sama, BPH Migas juga memberikan Surat Keputusan Penugasan sebagai Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Khusus Penugasan (P3JBKP) atau Premium RON 88 tahun 2017 kepada Pertamina.

Baca: Ini Peta Jalan Pemerintah Terapkan BBM Satu Harga

"Setelah menjalankan proses penilaian melalui sidang 27 Oktober 2016, kami menetapkan Pertamina dan AKR 2017. Tri Wahana Universal kami menyatakan gugur karena tidak sesuai harapan," ungkap Andy, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kams (24/11/2016).

Dalam surat keputusan tersebut, Andy menyebutkan besaran kuota BBM penugasan pada 2017 untuk Pertamina adalah sebesar 16.310.000 kiloliter (kl) yang terdiri atas minyak tanah (kerosene) sebesar 610 ribu kl dan minyak solar sebesar 15,7 juta kl.

Sedangkan AKR Corporindo mendapatkan kuota sebesar 300 ribu kl untuk jenis minyak solar. Sehingga total kuota penugasan P3JBT 2017 sebesar 16.610.000 kl. Lalu, untuk alokasi kuota Premium RON 88 untuk Pertamina pada 2017 sebesar 12,5 juta kl.

Baca: Kamis, Pemerintah Beri SK Penugasan BBM Satu Harga ke Pertamina & AKR

Andy menjelaskan, volume tersebut diatur berdasarkan volume BBM di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, untuk volume APR Corporindo merupakan usulan dari perseroan.

"Kalau AKR berdasarkan usulan. Beliau konsolidasi. Sekarang ada 142 lebih penyalur. Tahun ini menambah lima penyalur. Mungkin tahun depan tambah lagi," jelas Andy.

Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang hadir menyaksikan penyerahan surat keputusan tersebut menyampaikan selamat kepada Pertamina dan AKR Corporindo sekaligus mendorong badan usaha lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan pasok dan pengembangan infrastruktur rantai pasok BBM.

"Kepada badan usaha yang berminat dalam PSO namun belum terpilih, saya berpesan untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam penyediaan dan pendistribusian BBM sekaligus membangun dan mengembangkan infrastruktur rantai pasokan BBM nasional," tutup Jonan.


(AHL)