Usulan Subsidi Elpiji 3 Kg Diturunkan, Data Penerima Subsidi Harus Valid

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 10 Oct 2017 08:31 WIB
elpiji 3 kgrapbn 2018
Usulan Subsidi Elpiji 3 Kg Diturunkan, Data Penerima Subsidi Harus Valid
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pendataan dan verifikasi penerima subsidi elpiji tiga kilogram (kg) dilakukan dengan selektif. Kondisi itu penting agar penerima subsidi adalah benar-benar masyarakat miskin dan rentan miskin.

Hal ini menyikapi usulan penurunan besaran subsidi BBM dan elpiji tiga kg dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Pada usulan awal, subsidi BBM dan elpiji tiga kg sebesar Rp51,1 triliun menjadi Rp46,9 triliun pada postur sementara.

"Kalau memang minta diturunkan ya artinya kebijakan subsidi elpiji tepat sasaran ini harus kita lakukan betul-betul. Intinya di situ," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Ego Syahrial, di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Senin 9 Oktober 2017.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), penyaluran subsidi elpiji tepat sasaran akan dilakukan melalui bantuan sosial yang terdapat dalam Kartu Keluarga Sejahera. Pemerintah akan memverifikasi dan mendata dengan selektif penerima subsidi agar subsidi tidak salah sasaran.

"Kita mendingan lakukan sekaligus dengan arahan Presiden, bantuan langsung. Bantuan sosial. Jadi kita akan kembali (ke sistem) orang membeli sesuai harga keekonomian. Namun, untuk masyarakat yang betul dikatakan rentan miskin itu betul dibantu," jelas dia.

Sebelumnya, pemerintah berencana menerapkan penyaluran subsidi elpiji tiga kg dengan mekanisme distribusi tertutup menggunakan kartu di Maret lalu di empat pulau yakni Pulau Bangka, Pulau Batam, Pulau Lombok, dan Pulau Bali. Namun, rencana itu tidak terlaksana karena pemerintah infrastruktur dikeempat pulau itu belum siap.

Kemudian, pemerintah menyampaikan lagi bahwa subsidi elpiji tiga kg akan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera yang saat ini sedang digarap Kementerian Sosial. Rencananya, penyaluran itu dapat terlaksana tahun depan.


(ABD)