Anggaran Berkurang, Pembangunan Jargas hanya 78 Ribu SR di 2018

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Oct 2017 11:11 WIB
jaringan gas bumi
Anggaran Berkurang, Pembangunan Jargas hanya 78 Ribu SR di 2018
Jaringan gas bumi. (FOTO: ANTARA/Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menyatakan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) tahun depan turun dari rencana semula. Awalnya pembangunan jargas dirancanakan 118 ribu sambungan rumah (SR) menjadi 78 ribu SR.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Ego Syahrial mengungkapkan jumlah ini turun karena keterbatasan anggaran serta adanya program-program prioritas lainnya yang juga menjadi perhatian Pemerintah.

Baca: Pemerintah Rencanakan Bangun Jargas 105 Ribu SR di 2018

"Tadinya kan sekitar 100 ribuan. Tapi akan ada program prioritas juga karena kita harus menggencarkan EBTKE, sumur bor, segala macam sehingga yang tadinya 118 ribu dan di 20 kota, menjadi 17 kota dan 78 ribu SR," kata Ego seperti dikutip dalam laman Ditjen Migas, Jumat 13 Oktober 2017.

Ia mengungkapkan, revisi ini membuat pencapaian target roadmap juga sulit tercapai. Saat ini jargas yang terbangun baru 24 persen dari target 1,9 juta SR pada 2019. Namun, diharapkan hingga 2019 pembangunan dapat mencapai 40 persen dari target.

Baca: Pertamina dan PGN Dapat Tugas Bangun Jargas di 10 Lokasi

Seperti diketahui, pembangunan jargas telah dilakukan sejak 2009. Hingga saat ini, telah terbangun 185.991 SR di 14 provinsi meliputi 26 kabupaten/kota. Keterbatasan anggaran pemerintah membuat pembangunan jargas dilakukan secara bertahap. Untuk itu, pemerintah juga mendorong badan usaha untuk membangun jargas rumah tangga.

Pada 2017, Kementerian ESDM menugaskan PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk untuk membangun jargas sebanyak 59.809 SR di 10 Kabupaten/Kota yaitu Kota Pekanbaru sebanyak 3.270 SR, Musi Banyuasin sebanyak 6.031 SR, Kabupaten Muara Enim sebanyak 4.785 SR, dan Kabupaten PALI sebanyak 5.375 SR.

Kemudian Kota Bontang sebanyak 8.000 SR, Kota Bandar Lampung sebanyak 10.321 SR, Kabupaten Mojokerto sebanyak 5.101 SR, Kota Mojokerto sebanyak 5.000 SR, Kota Samarinda sebanyak 4.500 SR, dan Rusun PUPR Kemayoran sebanyak 7.426 SR.


(AHL)