DPD Desak Pengembangan EBT di Indonesia

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 14 Jun 2017 12:21 WIB
berita dpd
DPD Desak Pengembangan EBT di Indonesia
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba (Foto:Dok.DPD RI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komite II DPD RI meminta agar semua pihak terkait energi segera menerapkan energi baru terbarukan (EBT). Penggunaan energi baru terbarukan dapat menjamin ketahanan energi nasional ke depan. Pasalnya, cadangan energi fosil yang terbatas di Indonesia, akan mengancam stok energi untuk kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Ketua Komite II Parlindungan Purba menilai bahwa saat ini ketahanan energi nasional sangat rapuh. Untuk menutupi kebutuhan energi nasional, pemerintah masih melakukan impor minyak.

“Pengembangan energi baru terbarukan saat ini sebagai sebuah kebutuhan, bukan sebagai energi alternatif. Keberadaan energi baru terbarukan dapat menutupi kekosongan energi yang terdapat di daerah,” kata Parlin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Pertamina dan Wakil Kepala SKH Migas, Selasa, 13 Juni 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Senator dari Kalimantan Tengah, Permanasari, juga meminta agar Pertamina mulai mengutamakan rencana pengembangan energi terbarukan. “Apa yang menjadi program dari Pertamina terkait urgensi pengembangan energi terbarukan saat ini?"  ucap Permanasari yang juga menjabat Ketua Timja RUU Geologi.



Direktur Pertamina Yenni Andayani menilai, pengembangan energi terbarukan masih belum sesuai dengan rencana yang ditargetkan. Pertamina dalam mengembangkan energi juga melihat siapa yang akan menyerap dari energi terbarukan tersebut.

"Dalam 2-3 tahun terakhir ada penanganan khusus dalam pengembangan EBT di pertamina. Untuk tahun 2017-2021 ada USD 6M, tetapi kita melihat siapa konsumen yang akan menyerap EBT. Demikian dengan geothermal, dimana pembangkit tenaga listriknya dibangun oleh PLN atau kami menyiapkan pembangkit tenaga listrik dan dijual ke PLN. Jadi memang sangat penting untuk mempunyai komitmen bersama-sama,” jelas Yenni.


(ROS)