Cara SKK Migas Jaga Lifting dan Produksi Migas Agar tak Merosot

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Jul 2017 19:12 WIB
skk migas
Cara SKK Migas Jaga <i>Lifting</i> dan Produksi Migas Agar tak Merosot
SKK Migas. Dok: SKK Migas.

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan akan terus berupaya melakukan usaha untuk menstabilkan lifting dan produksi migas.

Hal itu disampaikan Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi lantaran mulai 2017 sampai dengan dengan 2025 diprediksi lifting minyak akan terus mengalami penurunan.

baca : Maksimalkan Produksi, SKK Migas Optimistis Target Lifting Tercapai

"Jadi dari 2017-2025 adalah angka-angka perkiraan. Dari angka tersebut minyak akan menurun. Gas naik turun naik," kata Amien saat rapat dengan Komisi VII DPR-RI, di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Amien menjelaskan tantangan dan peluang dalam mencapai target lifting sangat besar. Ditambah ada sekitar 55 miliar barel minyak dan 87,3 triliun cubic feet yang masih tersimpan dalam perut bumi Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya diperlukan teknologi canggih untuk meningkatkan produksi dan meminimalkan investasi.

Saat ini, lanjut Amien ada sembilan proyek minyak dan empat belas proyek gas yang tengah dijalankan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Proyek itu akan digenjot sehingga produksi dan lifting sesuai target.

"Diharapkan dengan proyek ini akan menambah jumlab produksi minyak. Yang tentu kita pertimbangkan natural decline," imbuh dia.




Amien menyebutkan beberapa upaya yang akan terus dilakukan memperhatikan keekonomian wilayah kerja, penerapan teknologi tepat guna, mengupayakan metode-metode baru untuk penemuan sumber daya dan cadangan migas.  Kemudian, SKK Migas akan memonitoring proyek pengembangan lapangan, serta melakukan pemeliharaan untuk meningkatkan fasilitas industri.


(SAW)