Pengguna Pertalite di Manado Terus Meningkat

   •    Senin, 17 Oct 2016 11:31 WIB
pertalite
Pengguna Pertalite di Manado Terus Meningkat
Seniman mengenakan pakaian poster berisi ajakan menggunakan bahan bakar pertalite (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Manado: PT Pertamina (Persero) mencatat pengguna bahan bakar jenis pertalite di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mengalami peningkatan semenjak diluncurkan beberapa waktu lalu. Diharapkan kondisi semacam ini bisa terus mengalami peningkatan mengingat pertalite memiliki kandungan yang lebih baik dibandingkan dengan premium.

"Peningkatan penggunaan bahan bakar pertalite tersebut menandakan masyarakat semakin tahu produk-produk Pertamina," kata Marketing Branch Manager Suluttenggo R Pramono Wibowo, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Senin (17/10/2016).

Baca: Konsumsi Pertalite Terus Naik di Balikpapan

Pengguna pertalite di Indonesia rata-rata mencapai 29 persen dari total bahan bakar yang dikeluarkan oleh Pertamina. "Hal ini menunjukkan masyarakat telah merasakan dampak positif dari bahan bakar beroktan 90," jelasnya.

Baca: Mulai November, Premium 'Menghilang' dari Jepara

Sedangkan SE Retail VI Sulut Ziko Wahyudi mengatakan pengguna pertalite di Sulut pada September 2016 mencapai 9.137 kilo liter, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan Agustus 2016 yang berjumlah 7.889. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya optimis penggunaan pertalite di Sulut sampai dengan akhir tahun bisa mencapai lebih dari 31 persen.


Ilustrasi pertalite (MI/RAMDANI)

Kenaikan penggunaan pertalite tentunya berbanding terbalik dengan penggunaan premium yang mengalami penurunan cukup besar. Pada September 2016 penggunaan bahan bakar beroktan 88 tersebut berjumlah 20.927 kilo liter. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 22.987 kilo liter atau presentase penggunaannya mencapai 68 persen.

Baca: Pertalite Kian Menjadi Pilihan Konsumen

Sedangkan untuk pertamax penggunaannya hanya berjumlah 838 kilo liter pada September 2016. Jumlah tersebut mengalami kenaikan tipis dari Agustus 2016 yang mencapai 833 kiloliter, atau presentase mencapai tiga persen.

 


(ABD)