PLN akan Impor 40 Alat Penarik Listrik dari Italia

Arif Wicaksono    •    Jumat, 25 Nov 2016 19:01 WIB
pln
PLN akan Impor 40 Alat Penarik Listrik dari Italia
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Padang: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengimpor 40 Puller atau alat penarik listrik dari Italia. Impor ini untuk memenuhi ketersediaan penghubung listrik dari satu tower ke satu tower lainnya di seluruh indonesia.

"20 Puller akan tercapai di tahun depan sedangkan sisanya akan menyusui. Ini akan kita sebarkan se seluruh indonesia," kata Direktur PLN Regional Sumatera Barat Amir Rosidin, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (25/11/2016).

Dia mengatakan bahwa beberapa daerah memang membutuhkan alat itu karena tak memiliki pembangkit listrik, seperti di wilayah Padang. Puller akan mengalirkan listrik dari wilayah Palembang dan Lampung yang merupakan daerah dengan banyak pembangkit listrik.

"Jadi kami akan memindahkan listrik dari mereka untuk menjaga ketersediaan listrik di sini," kata dia.

Puller juga akan meningkatkan rasio elektrifikasi Sumatera yang baru mencapai 84,6 persen dan akan ditingkatkan menjadi 86 persen pada akhir tahun ini. Daerah yang tadinya minim aliran listrik menjadi terang dan diharapkan akan turut membantu perekonomian di Sumatera.

"Ini akan membantu tempat resort karena mendapatkan pasokan listrik yang lebih murah, berbeda ketika mereka menggunakan genset," pungkas dia.

Komponen Lokal

Meksipun melakukan impor untuk Puller, semua komponen tower yang digunakan PLN untuk menghubungkan aliran listrik tersebut memiliki kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 90 persen.

"Hampir semuanya berasal dari lokal, bajanya berasal dari Krakatau Steel," kata Amir.

Seperti diketahui, PLN menargetkan pembangunan 373 tower akan tercapai pada akhir tahun ini. Sampai saat ini, baru 273 tower yang sudah beroperasi di Regional Sumatera. Perusahaan pelat merah itu akan mengejar ketertinggalan 100 tower pada satu bulan terakhir tahun ini.

Amir menuturkan bahwa target ini akan tercapai dengan memaksimalkan 40 tim yang masing-masing tim terdiri dari 15 orang. Dengan demikian ada 600 orang yang bergerak aktif dalam pengerjaan pembangunan tower ini.

"Jadi dalam tiga minggu ke depan akan tercapai, biasanya satu tower tujuh hari tapi dengan ada tim ini secara rata-rata 2,5 tower akan tercapai dalam sehari," jelas Amir.


(AHL)