Blok East Natuna Ditargetkan Berproduksi di 2027

Suci Sedya Utami    •    Senin, 01 Oct 2018 20:08 WIB
blok natuna
Blok East Natuna Ditargetkan Berproduksi di 2027
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Kompleks Istana Presiden. Medcom/Desi.

Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan upaya pengembangan blok atau lapangan gas Natuna Timur atau East Natuna akan bisa menghasilkan produksi pada 2027. Hal tersebut tertera dalam buku Neraca Gas Bumi Indonesia tahun 2018-2027 yang baru saja diluncurkan oleh Kementerian ESDM.

"Itu rencana," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 1 Oktober 2018.

Target tersebut pun menjadi salah satu kunci untuk menyelamatkan defisit gas. Proyeksi lifting gas bumi berdasarkan neraca gas bumi Indonesia pada 2018-2027 mengalami fluktuasi yakni sebesar 7,452 MMSCFD di 2018 dan mencapai puncaknya di 2022 sebesar 8,661 MMSCFD kemudian mengalami penurunan menjadi 8,048 MMSCFD di 2017.

Dalam buku neraca gas bumi, cadangan gas East Natuna mencapai 46 tcf. Namun angka tersebut belum menghitung kandungan karbondiosida (CO2) yang bisa mencapai 72 persen.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) tengah mendiskusikan mengenai solusi kandungan CO2 yang dinilai bisa merusak pipa.

"Yang banyak CO2-nya sekarang di Padang lagi dibahas oleh IATMI, lagi didiskusikan oleh IATMI," kata Djoko.

Saat ini Blok East Natuna dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Akan tetapi, hingga kini, perusahaan pelat merah itu belum menandatangani kontrak.

Pertamina sebelumnya mengelola blok tersebut bersama dengan ExxonMobil dan PTT EP. Namun kedua perusahaan tersebut memutuskan untuk lepas dari konsorsium pengelola.


(SAW)