ICP Mei Capai USD72,46/Barel

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 05 Jun 2018 17:03 WIB
ICP Mei Capai USD72,46/Barel
Illustrasi (ANT/Wahyu Putro).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan rata-rata harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada Mei 2018 naik USD5,03 per barel menjadi USD72,46 per barel. Sebelumnya pada April 2018 ICP mencapai USD67,43 per barel.

Sementara ICP SLC mencapai USD73,15 per barel, naik sebesar USD4,76 per barel dari USD68,39 per barel pada bulan sebelumnya. Seperti dikutip dari laman Ditjen Migas, Selasa, 5 Juni 2018 peningkatan rata-rata ICP ini sejalan dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.

Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional disebabkan oleh beberapa faktor yaitu permintaan minyak mentah global 2018 berdasarkan laporan OPEC pada Mei 2018 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 1,65 juta barel per hari menjadi rata-rata 98,85 juta barel per hari.

Lalu berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) pada Mei 2018, diperkirakan mengalami peningkatan terutama pada semester pertama 2018 yang disebabkan cuaca dingin di Eropa pada awal tahun, penambahan kapasitas petrokimia baru di Amerika Serikat serta kondisi perekonomian global yang membaik.

Selain itu, komitmen yang kuat dari negara-negara produsen minyak non-OPEC, yang dipimpin oleh Rusia, dan OPEC untuk mematuhi kesepakatan pembatasan produksi minyak mentah hingga mencapai 1,8 juta barel per hari.

Sementara, faktor lainnya adalah kekhawatiran pasar atas potensi terganggunya pasokan minyak mentah global akibat gejolak geopolitik yang disebabkan oleh keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari perjanjian pembatasan senjata nuklir yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dengan Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris dan AS, dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran, berdampak negatif pada prospek pertumbuhan permintaan minyak mentah Iran.

Lalu, pengenaan sanksi tambahan bagi Venezuela setelah terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro yang dikecam dunia internasional sebagai otokrasi, sehingga berpotensi semakin menurunkan pasokan dan ekspor minyak mentah negara tersebut yang telah anjlok hingga sepertiga dalam dua tahun terakhir.

Terakhir, karena peningkatan aktifitas kilang pengolahan Amerika Serkmat dan Asia dengan tingkat pemanfaatan mencapai 90 persen dari kapasitas kilang.

Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh kondisi pertumbuhan perekonomian di India dan Tiongkok yang tinggi yang mendorong peningkatan permintaan minyak di sektor industri dan transportasi.

Berikut harga minyak pada Mei 2018:
- Dated Brent naik sebesar USD5,13 per barel dari USD71,80 per barel  menjadi USD76,93 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD5,24 per barel dari USD71,76 per barel menjadi USD77,01 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar USD3,66 per barel dari USD66,33 per barel menjadi USD69,98 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar USD5,68 per barel dari USD68,43 per barel menjadi USD74,11 per barel.


 
(SAW)