PLTU Jawa 7 Sudah Masuki Tahapan Konstruksi

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 16 Oct 2016 17:55 WIB
pln
PLTU Jawa 7 Sudah Masuki Tahapan Konstruksi
Illustrasi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa 7 dengan kapasitas 2x1000 megawatt (mw) sudah dimulai sejak April 2016 lalu berupa tahap persiapan konstruksi, meskipun fase pendanaan proyek (financial close) baru selesai pada 29 September 2016.

Senior Manager Public Relation PLN, Agung Murdifi mengatakan penandatangan financial close dilakukan oleh pihak konsorsium dan China Development Bank selaku pemberi pinjaman biaya pembangunan proyek yang mencapai USD1,8 Miliar.

Hal ini membuktikan pihak kontraktor yakni konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), anak perusahaan PLN, memiliki kemampuan secara finansial dengan menggunakan modal sendiri untuk persiapan konstruksi.

“Selain itu, financial close ini dicapai delapan hari lebih cepat dari periode yang disyaratkan dalam perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA), yaitu enam bulan. Ini baru pertama kali terjadi untuk proyek IPP," kata Agung dalam keterangan tertulismya, di Jakarta, Minggu (16/10/2016).

Agung menjelaskan, PLTU Jawa-7 yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten merupakan bagian proyek 35.000 megawatt (mw). PLTU ini dibangun dengan skema pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) oleh konsorsium China Shenhua Energy Company Limited dengan kepemilikan saham sebesar 70 persen bersama anak perusahaan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB).

Target Commercial Operation Date (COD) proyek ini adalah pada 2019-2020 sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. 

"Energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini akan memperkuat sistem ketenagalistrikan Jawa-Bali yang akan disalurkan melalui Gardu Induk Balaraja 500 kiloVolt (kV)," ujar dia.

Kehadiran PLTU Jawa-7 diharapkan dapat memperbaiki cadangan pembangkit serta meningkatkan keandalan sistem Jawa Bali, sehingga kondisi siaga atau kritis akibat kekurangan pembangkit tidak terjadi. Saat ini, kapasitas terpasang sistem Jawa-Bali sebesar 33.863 mw dengan daya mampu 31.614 mw dan beban puncak 24.589 mw.


(SAW)