Reboisasi-Teknologi jadi Upaya Inalum Jaga Kehandalan PLTA

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Dec 2017 09:28 WIB
inalum
Reboisasi-Teknologi jadi Upaya Inalum Jaga Kehandalan PLTA
Pabrik peleburan alumina milik Inalum (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Batu Bara: PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan reboisasi di sekitar Danau Toba dan meningkatkan kehandalan teknologi. Sejumlah langkah itu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik Inalum.

Seperti diketahui, pasokan listrik sangat menentukan bisnis perseroan. Sebab dalam mengelola bisnis ini pengelolaan aluminium membutuhkan listrik tiga kali lebih besar dari pemakaian industri normal. Karenanya sejumlah langkah terus dilakukan agar pasokan listrik tetap tersedia.

General Manager SDM & Umum Inalum Moh. Rozak Hudioro menjelaskan kondisi Danau Toba memang sangat menentukan performa PLTA. Jika debit air dan permukaan air di Danau Toba berkurang, pasokan listrik akan berkurang.

"Di sekitar Danau Toba itu ada penggundulan. Kalau musim kemarau itu kita buat penghijauan. Jadi kalau kemarau debit airnya tidak turun drastis. Selain itu, teknologi juga diperbaui," kata Rozak, di Mess Inalum, Tanjung Gading, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa, 5 Desember 2017.

Inalum memiliki dua PLTA yakni Siguragura dan Tangga yang terkenal dengan nama Asahan 2 yang terletak di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Pembangkit ini dioperasikan dengan memanfaatkan air sungai Asahan yang mengalirkan air Danau Toba ke Selat Malaka. Produksi listrik dari kedua PLTA bergantung pada jumlah permukaan air Danau Toba.

PLTA Tangga atau Bendungan Penadah Air Tangga (Tangga Intake Dam) yang terletak di Tangga dan berfungsi untuk membendung air yang telah dipakai PLTA Siguragura untuk dimanfaatkan kembali pada PLTA Tangga. Bendungan ini merupakan bendungan busur pertama di Indonesia. Stasiun pembangkit tangga memiliki empat unit generator. Total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 223 MW.

Sementara itu, PLTA Siguragura atau Bendungan Penadah Air Siguragura (Siguragura Intake Dam) terletak di Simorea dan berfungsi sebagai sumber air yang stabil untuk stasiun pembangkit listrik Siguragura.

Air yang ditampung di bendungan ini dimanfaatkan stasiun pembangkit listrik Siguragura (Siguragura Power Station) yang berada 200 meter di dalam perut bumi dengan empat unit generator dan total kapasitas tetap dari keempat generator tersebut adalah 203 MW dan merupakan PLTA bawah tanah pertama di Indonesia.

Inalum mencatat produksi aluminium 2017 sekitar 260 ribu ton. Produksi itu sangat bergantung pada permukaan air di Danau Toba. Sesuai prosedur, perusahaan harus menjaga permukaan air Danau Toba di angka 902,4 meter hingga 904 meter di atas permukaan laut (dpl). Namun, sepanjang tahun ini, permukaan air danau Toba selalu berada di kisaran 903 dpl.


(ABD)