Tiga Tahun Kapasitas Kilang RI tak Alami Peningkatan

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Jan 2018 19:37 WIB
Tiga Tahun Kapasitas Kilang RI tak Alami Peningkatan
illustrasi. ANT/Zabur Karuru.

Jakarta: Selama tiga tahun terakhir Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui belum ada kemajuan berarti dalam proyek kilang di Tanah Air.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Selasa, 9 Januari 2018 menyatakan kapasitas kilang tidak mengalami perubahan sejak 2015 hingga 2017 yakni sebesar 1,169 juta barel per hari (bph).

"Contohnya kilang, penambahan kapasitas kilang belum berdampak," kata Plt Direktur Jenderal Migas Ego Syahrial, di Kantor Kementerian ESDM.

Menurutnya, tidak ada perubahan kemajuan proyek kilang selama tiga tahun belakangan ini karena proyek modifikasi kilang atau Refinery Development Master Plan (RDM) baru saja dilakukan. Sedangkan rencana pembangunan proyek kilang baru atau New Grass Rooot Refinery (NGRR) masih sebatas tahap awal.

"Beberapa proyek RDMP memang baru dimulai seperti di Balikpapan, mungkin di awal tahun ini. Kalau proyek yang sifatnya grass root masih dalam, seperti dengan Rosneft atau pihak swasta lainnya," ucap dia.

Data dari Pertamina menjelaskan kemajuan proyek RDMP Balikpapan tahap I adalah menyelesaikan review FEED dari standar BBM Euro II menjadi BBM Euro IV, dan pengerjaan awal. Ditargetkan proyek ini akan selesai pada 2021.

Rencananya, pada 2018, RDMP Balikpapan akan menyelesaikan EPC tender. Jika berhasil proyek ini akan menambah kapasitas kilang menjadi 360 ribu bph. Saat ini kilang Balikpapan memiliki kapasitas hanya 260 ribu bph.

Kemudian terkait proyek RDMP Cilacap, proyek ini sudah menyelesaikan Bankable Feasibility Study (BFS), penambahan lahan, dan penandatanganan Joint Venture Development Agreement (JVDA).

Tahun ini direncanakan pemerintah akan melakukan transfer aset dan Basic Engineering Design (BED). Jika selesai pada  ditargetkan selesai pada 2023 kapasitas kilang Cilacap akan bertambah menjadi 400 ribu bph. Saat ini kapasitas terpasang sebesar 348 ribu bph.

Lalu, RDMP Balongan sudah melewati proses BFS dan di 2018 direncanakan BED atau FEED. Modifikasi kilang Balongan diproyeksikan selesai pada 2023 dan akan menambah kapasitas kilang menjadi 240 ribu bph.

Selanjutnya, RDMP Dumai, proyek ini akan melakukan seleksi parner, BFS, dan BED di 2018. Proyek ini diproyeksikan akan menambah kapasitas kilang menjadi 300 ribu bph.

Sedangkan untuk proyek GRR Tuban, hingga 2017 kemajuannya sudah melakukan BFS dan Joint Venture Agreement (JVA). Di 2018 rencananya akan dipemberesan lahan dan BED. Proyek ini ditargetkan selesai di 2024 dengan kapasitas 300 ribu bph

Terakhir, proyek GRR Bontang. Sejauh ini GRR Bontang telah menyelesaikan seleksi mitra dan di 2018 akan dikerjakan BFS. Proyek GRR Bontang ditargetkan selesai di 2024 dengan kapasitas 300 ribu bph. Adapun outlook kapasitas kilang 2018 tetap 1,169 juta barel per hari.

 
(SAW)