Freeport Minta Divestasi Lewat IPO, Pemerintah: Belum Ada Payung Hukumnya

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Nov 2016 18:52 WIB
freeport
Freeport Minta Divestasi Lewat IPO, Pemerintah: Belum Ada Payung Hukumnya
Ilustrasi tambang Freeport. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan sampai saat ini belum ada aturan mengenai pelepasan saham perusahaan tambang asing melalui jalur penawaran umum perdana atau initial public obligation (IPO). Meskipun PT Freeport Indonesia (PT FI) menginginkan pelepasan sahamnnya melalui jalur tersebut.

"Kalau saat sekarang ini tidak ada aturan divestasi lewat IPO," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014, pemerintah telah melakukan pelonggaran pada divestasi perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Seharusnya perusahaan tambang asing termasuk Freeport melakukan divestasi kepada negara sebesar 51 persen. Namun, karena Freeport sedangkan melakukan pengembangan tambang bawah tanah divestasi diturunkan menjadi 30 persen.

Tapi hingga saat ini, divestasi perusahaan tambang asal Amerika Serikat bagaikan benang yang ruwet. Pada 14 Oktober 2015 seharusnya Freeport sudah mendivestasikan sahamnya sebesar 20 persen dan pada 14 Oktober 2019 sebesar 30 persen. Namun hingga saat ini baru 9,36 persen yang baru divestasikannya.

Pemerintah dan Freeport belum menemukan titik temu besaran harga divestasi sebesar 10,64 persen tersebut. "Mengenai harganya belum ada komunikasi lagi," ujar dia.

Bambang melanjutkan, perlu payung hukum bila memang divestasi melalui IPO diterapkan. Karena tanpa legalitas tidak mungkin divestasi melalui IPO berjalan.

"Namun aturan positifnya sedang digodok nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Bunyi aturan ke depan seperti apa akan kita lakukan, apakah IPO ataukah yang lain-lain kita belum tahu," pungkas dia.


(AHL)