Menkeu Sebut Kerugian Selisih Harga Jual BBM Ditanggung Pertamina

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 20 Jun 2017 07:58 WIB
pertaminastok bbmharga bbm
Menkeu Sebut Kerugian Selisih Harga Jual BBM Ditanggung Pertamina
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/MOHAMAD IRFAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai bocornya anggaran untuk subsidi karena tak ada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ketika harga minyak naik. Tidak ditampik, memang sempat ada perbedaan harga BBM yang sifgnifikan antara harga keekonomian dan harga jual yang tetapkan pemerintah.

Ani, biasa ia disapa, tidak menampik pada awal tahun sempat harga BBM jenis premium dan solar yang ditetapkan pemerintah berada jauh di bawah harga keekonomian di pasar dunia. Dia menjelaskan, perbedaan paling tinggi kala itu mencapai Rp1.250 per liter.

"Harga di pasar lebih besar daripada harga yang ditetapkan pemerintah," kata Ani, dalam acara buka puasa bersama dengan awak media, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Ani mengatakan, perbedaan itu sempat membuat Pertamina mengalami rugi. Hal tersebut seperti yang disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya yang mengatakan pada semester I ada potensi defisit pada Pertamina karena tak melakukan penyesuaian harga ketika harga minyak naik. Akibatnya, anggaran subsidi ikut terdampak.

Namun, kata Ani, Pertamina juga pernah menikmati dan mendapat keuntungan saat harga yang ditetapkan lebih tinggi dari harga keekonomian sehingga sedikit mengalami surplus. Karenanya, pengelolaan keuangan menjadi sangat penting sekarang ini.

"Karena waktu itu Pertamina pernah menikmati premium yang harganya lebih tinggi dari harga pasar sehingga sedikit surplus, dan sekarang dia sedikit defisit maka itu (kita serahkan) Pertamina melakukan manajemen cashflow dia," tutur Ani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, dalam menyusun APBN, jika ada perbedaan harga, maka yang harus menanggung pertama yakni Pertamina. Namun, jika Pertamina dalam menghadapi persoalan membutuhkan dana maka pemerintah akan membukanan jalan lewat APBN-Perubahan.

Dia bilang, untuk saat ini, pemerintah masih akan menggunakan pagu subsidi energi jenis tertentu (solar) sebesar Rp10,3 triliun yang sudah ditetapkan dalam APBN 2017 induk. "Untuk Pertamina mereka akan meng-absorb kalau ada oerubahan keekonomian dengan harga yang ditetapkan pemerintah," ujar dia.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA