Kontrak Blok Terminasi Belum Diteken, Jonan: Itu Permintaan Pertamina

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Apr 2018 20:48 WIB
migaspertamina
Kontrak Blok Terminasi Belum Diteken, Jonan: Itu Permintaan Pertamina
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum juga menandatangani kontrak baru blok terminasi lantaran permintaan dari PT Pertamina (Persero).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan kontrak baru blok terminasi ini seharusnya sudah diteken pekan lalu. Namun perusahaan pelat merah tersebut meminta diundur sampai dua bulan ke depan.

"Saya maunya tanda tangan minggu lalu. Pertamina minta waktu dua bulan," kata Jonan ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Mengenai mitra existing dalam mengelola blok terminasi tersebut, Jonan mengungkapkan hal itu sesuai dengan permintaan Pertamina. Pemerintah juga telah memberikan keleluasaan untuk bermitra dengan siapa saja.

"Lho, suratnya Pertamina sendiri yang minta ada mitra," ucap Jonan.

Adapun terkait pemberian hak partisipasi (PI) secara cuma-cuma kepada kontraktor existing, Jonan menegaskan tidak ada pemberian seperti itu. Kerja sama Pertamina dengan para kontraktor diselesaikan sesuai kaidah bisnis yang selama ini berlaku.

"Saya kira sih enggak gratis. Itu kan musti dilakukan sesuai business practice. Yang saya pesan begini ke Pertamina, tidak boleh menjual penugasan itu untuk mendapat cash di depan," pungkas Jonan.

Baca: Teken Kontrak Blok Terminasi, PHE Tunggu Review BPK

Seperti diketahui, dari delapan blok terdapat empat blok terminasi yang diserahkan Pertamina dan akan dikelola bersama dengan mitra. Blok tersebut adalah Blok Tuban, Ogan Komering, Offshore Southeast Sumatera (OSES) dan Blok Sanga Sanga.

Blok Tuban melalui PHE Tuban East Java akan menggandeng PT PetroChina Internasional Java Ltd. Lalu di blok Ogan Komering, PHE Ogan Komering menggandeng Jadestone Energy (Ogan Komering) Ltd.

Kemudian blok OSES PHE akan mengelola blok bersama dengan PT GHJ SES Indonesia dan untuk blok Sanga Sanga, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga menggandeng PT Karunia Utama Perdana dan Opicoil Houston Inc.

Namun sampai sekarang Pertamina belum juga melakukan penandatanganan kontrak karena masih menunggu hasil review dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejagung.


(AHL)