Pertamina Siapkan Kilang Dumai dan Plaju untuk Produksi BBM Hijau

Suci Sedya Utami    •    Senin, 03 Sep 2018 20:34 WIB
pertamina
Pertamina Siapkan Kilang Dumai dan Plaju untuk Produksi BBM Hijau
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) berencana untuk memproduksi bahan bakar minyak dari dari kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sendiri dalam rangka menuju energi hijau (greenfuel).

Saat ini dalam mengimplementasikan kebijakan biodiesel Pertamina hanya bertugas untuk mencampurkan bahan bakar minyak jenis solar dengan kandungan minyak kelapa sawit Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan mendistribusikan produk campuran tersebut pada konsumen.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan ke depannya akan ada kilang yang diperuntukkan untuk menghasilkan bahan bakar minyak ramah lingkungan.

"Ada kilang yang kita peruntukkan untuk menghasilkan greenfuel. Jadi Pertamina enggak lagi hanya mencampur, tapi memproduksi dan itu dari CPO bukan dari FAME," kata Nicke di SPBU Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin, 3 September 2018.

Dia mengatakan recananya Kilang Dumai di Riau dan Kilang Plaju di Palembang akan dijadikan kilang yang bisa mengolah bahan bakar ramah lingkungan tersebut.

"Rencananya itu di Dumai dan Plaju karena suplai CPO-nya dekat di sana," tutur Nicke.

Namun demikian rencana ini masih memerlukan tahapan dan Nicke belum bisa memastikan kapan akan bisa terealisasi. "Sedang dibuat dulu, cari teknologi yang tepat," jelas dia.

Saat ini untuk menjalankan kebijakan B20 Pertamina mendapatkan pasokan FAME dari badan usaha yang memproduksi Bahan Bakar Nabati (BBN).

Dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1936 K/10/MEM/2018 mengenai pengadaan bahan bakar nabati jenis biodiesel untuk pencampuran jenis bahan bakar minyak umum periode September-Desember 2018 mengatur daftar badan usaha yang memasok FAME ke Pertamina.

Ada 18 badan usaha di antaranya PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Pelita Agung Agriindustri, PT Ciliandra Perkasa, PT Darmex Biofuels, PT Musim Mas, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Bayas Biofuels, PT SMART Tbk, PT Tunas Baru Lampung, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Intibenua Perkasatama, PT Batara Elok Semesta Terpadu. PT Dabi Biofuels, PT Sinarmas Bio Energy, PT Kutai Refinery Nusantara, dan PT Sukajadi Sawit Mekar.


(AHL)