Pemerintah Usul Subsidi Solar Rp1.500/Liter di 2019

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Jun 2018 08:31 WIB
solar subsidiSubsidi Solarrapbn 2019
Pemerintah Usul Subsidi Solar Rp1.500/Liter di 2019
Menteri ESDM Ignasius Jonan (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi solar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 naik menjadi Rp1.500 per liter. Sebelumnya pada 2017 dan 2018, APBN menetapkan subsidi solar sebesar Rp500 per liter.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan usulan kenaikan subsidi tersebut dengan melihat pergerakan harga minyak dunia dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) yang dalam RAPBN 2019 diusulkan naik sekitar USD60 sampai USD70 per barel.

"Kami usulkan RAPBN 2019 (untuk subsidi solar) Rp1.500 per liter. Ini tantangannya karena ICP kita di 2019 itu sekitar USD60 sampai USD70 per barel," kata Jonan, di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.  



Pada 2019, Jonan menjelaskan, pemerintah juga mengusulkan volume solar bersubsidi berkisar antara 16,17 sampai 16,53 juta kiloliter (kl). Usulan volume ini meningkat dari yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar 15,62 juta kl. Sampai dengan Mei 2018, realisasi serapan solar bersubsidi baru mencapai 5,85 juta kl.

"Kita usulkan 16,17 sampai 16,53 juta kiloliter," sebut Jonan.

Sedangkan untuk volume minyak tanah bersubsidi, lanjut Jonan, pemerintah mengusulkan sebanyak 590 ribu sampai 650 ribu kl. Sementara itu, untuk volume elpiji tiga kilogram (kg) bersubsidi berkisar antara 6,825 sampai 6,978 juta Metrik Ton (MT).

"Usulan kita di APBN 2019 itu 6,8-6,9 juta MT karena ada perluasan penggunaan elpiji di wilayah timur Indonesia," pungkas Jonan.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA