Hidupkan Jalur Trans Sulawesi

Pertamina Tambah Lembaga Penyalur BBM 1 Harga di Tolinggula

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 08 Sep 2018 14:02 WIB
pertaminabbm satu harga
Pertamina Tambah Lembaga Penyalur BBM 1 Harga di Tolinggula
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Gorontalo Utara: Sehari-harinya, masyarakat di Kecamatan Tolinggula, Gorontalo Utara, harus menempuh jarak 130 kilometer (km) untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU terdekat. Seringkali, jika tidak membeli di SPBU, masyarakat terpaksa harus membeli BBM di pengecer seharga Rp10 ribu per liter untuk premium dan Rp20 ribu per liter untuk solar.

Untuk itu, sesuai dengan amanah pemerintah guna mewujudkan BBM dengan harga yang sama di wilayah pelosok 3T (Terluar, Terdepan dan Tertinggal), PT Pertamina (Persero) kembali merealisasikan BBM satu Harga di wilayah Sulawesi tepatnya di Jalan Trans Sulawesi Gorontalo-Buol, Desa Tolite Jaya, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara.

Peresmian SPBU Kompak 76.965.01 Tolinggula dilakukan oleh General Manager Pertamina MOR VII diwakili Marketing Branch Manager Suluttenggo (Sulawesi Utara, Tenggara dan Gorontalo) Daniel Alhabsy bersama Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar dan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin.



"Dengan hadirnya SPBU Kompak BBM satu harga ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya yakni premium Rp6.450 per liter dan solar subsidi Rp5.150 per liter," ujar Daniel, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Pasokan untuk BBM penugasan premium yang disalurkan di SPBU Kompak ini sebesar 50 kl per bulan dan BBM subisidi solar sebesar 25 kl per bulan. Seluruh BBM tersebut disuplai dari Terminal BBM Gorontalo menggunakan mobil tangki BBM sejauh 180 km.

Adapun pasokan BBM di wilayah Tolinggula ini digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar baik untuk transportasi darat, nelayan, pertanian dan perkebunan, serta untuk transportasi laut. Tidak hanya itu kehadiran SPBU Kompak BBM satu harga ini juga diharapkan dapat semakin menghidupkan jalur Trans Sulawesi Gorontalo-Buol.

"Hal ini tentunya dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Gorontalo Utara, seperti yang terjadi di lokasi-lokasi BBM satu harga lainnya. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik dan merata," pungkas Daniel.

 


(ABD)