Jonan Yakin Target PNBP Sektor Energi Tercapai di 2018

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 30 May 2018 19:34 WIB
korupsi di esdm
Jonan Yakin Target PNBP Sektor Energi Tercapai di 2018
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (MI/Panca Syurkani).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi tahun ini sebesar Rp120,5 triliun akan tercapai.

Hal itu diyakini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan karena pada triwulan I-2018 saja PNBP sudah mencapai Rp40,7 triliun.

"Untuk tiga bulan atau triwulan I itu mencapai Rp40,7 triliun, jadi ini kalau dikali empat, kami yakin kalau targetnya Rp120 triliun pasti akan terlampaui," kata Jonan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

Bahkan, Jonan menyebut, jika triwulan I sudah mencapai Rp40,7 triliun, maka di akhir tahun PNBP akan mencapai Rp150 triliun sampai Rp160 triliun.

"Mudah-mudahan Rp150 triliun hingga Rp160 triliun bisa dicapai di 2018 akhir," tambah Jonan.

Selain PNBP, lanjut Jonan, sepanjang triwulan I-2018, Kementerian ESDM mencatat capaian investasi sebesar USD4,60 miliar serta lifting migas sebesar 1.906 Ribu BOEPD.

Lifting tersebut merupakan realisasi per 24 Mei 2018 yang terdiri dari lifting migas 1.895 ribu BOEPD, lifting minyak bumi 737 ribu BOPD, dan lifting gas bumi 1.157 ribu BOEPD.

Sementara untuk produksi migas, pemerintah mencatat produksi sampai 24 Mei 2018 sebesar 2.174 ribu BOPD terdiri dari produksi minyak bumi 778 ribu BOPD dan produksi gas bumi 1.396 ribu BOEPD.

Kemudian, untuk program BBM Satu Harga pada triwulan pertama 2018 telah mencapai 62 titik pada Mei 2018.

"2017 yang lalu terealisasi 57 titik dan target tahun ini secara kumulatif sebanyak 130 titik. Triwulan I tambah dua titik dari sebelumnya menjadi 59 titik. Penambahan terbanyak biasanya akan terjadi pada triwulan III dan IV, mudah-mudahan dapat tercapai 130 titik hingga akhir 2018 dan penambahan 40 titik lagi tahun depan," ujar Jonan.


(SAW)