Kadin Minta Pemerintah tak Impor Gas Industri

Husen Miftahudin    •    Kamis, 13 Oct 2016 16:09 WIB
gas
Kadin Minta Pemerintah tak Impor Gas Industri
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. MTVN/Husen M.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah tidak mengimpor gas untuk kebutuhan industri. Meski harga gas industri menjadi lebih murah, namun pengembangan gas bumi lokal bakal mangkrak.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan melimpahnya sumber gas di Indonesia harus dimaksimalkan secara tepat. Menurutnya, pemerintah harus berupaya mengefisienkan biaya produksi gas bumi di hulu. 

"Memang kita harus lebih efisien saja. Menurut saya, kita harus mengembangkan produksi gas, mindsetnya harus diubah. Sebab (impor), buat kita jadi malas, migas kita bakal tidak jalan," ujar Rosan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Penurunan harga gas industri menjadi mutlak dilakukan pemerintah. Sebab dengan harga gas yang lebih murah, produk yang dihasilkan industri lokal bakal siap bertarung dengan negara lain, khususnya di kawasan regional ASEAN.

"Menurut saya memang itu suatu hal yang mutlak. Kita dari awal sudah minta harga harus turun karena berdampak signifikan buat industri," tegas dia.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan opsi untuk membuka keran impor guna memenuhi kebutuhan gas dengan harga murah bagi wilayah barat Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kebutuhan gas wilayah barat Indonesia bisa mengimpor dari negara tetangga yang punya harga gas lebih rendah. Jika demikian, maka harga gas industri bisa mencapai keekonomian dibanding harus dipasok dari wilayah Indonesia lain.

"Seperti di barat Indonesia, Aceh, yang harus bawa LNG dari Papua ke sana (Aceh). Itu harus kita pikirkan, kenapa tidak impor saja dari somewhere. Malaysia atau Brunei misalnya, yang lebih murah USD3 hingga USD4 per MMBTU," tutur Luhut beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, harga gas untuk industri di Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya dengan kisaran harga antara USD9 hingga USD12 per MMBTU. Sementara harga gas industri di Vietnam hanya USD7, Malaysia USD4, dan Singapura USD4 per MMBTU.



(SAW)