Cadangan Minyak Indonesia Hanya Cukup untuk 10 Tahun

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 29 Jan 2019 20:41 WIB
minyak
 Cadangan Minyak Indonesia Hanya Cukup untuk 10 Tahun
Illustrasi. Dok : AFP.

Jakarta: Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mendorong penemuan cadangan minyak dan gas (migas) baru di tanah air. Dia bilang cadangan minyak yang ada saat ini sebesar 3,7 miliar barel.

Menurut Komaidi jika tidak ada penemuan cadangan minyak anyar dan hanya mengandalkan besaran saat ini maka ketanahan energi nasional hanya akan kuat menopang kebutuhan dalam negeri hingga 10-11 tahun lagi.

"Kalau cadangan itu diproduksi konstan dan enggak ada cadangan baru maka akan habis 10-11 tahun ke depan," kata Komaidi pada Medcom.id, Selasa, 29 Januari 2019.

Dirinya menjelaskan kemampuan untuk memproduksi minyak pun saat ini berada di bawah kebutuhan. Dalam kebutuhan minyak di tanah air mencapai 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi minyak saat ini hanya 800 ribu barel per hari.

Dari produksi tersebut, kata dia hanya 60 persen yang menjadi hak milik Indonesia. Sebab 40 persen lainnya merupakan jatah untuk kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Dengan kata lain yang bisa didapat hanya 480 ribu barel per hari. Artinya untuk menambal kekurangan tersebut diisi oleh impor sekitar 1,1 juta barel per hari.

Komaidi mengakui bahwasanya industri migas bukan merupakan kegiatan sederhana yang bisa menghasilkan produksi dalam waktu singkat. Apalagi industri migas membutuhkan investasi yang tidak sedikit serta peralatan teknologi yang mendukung.

Dia menambahkan berbagai macam upaya yang dilakukan saat ini dalam mencari cadangan baru kemungkinan baru akan bisa dibuktikan kebenarannya dalam kurun waktu lima tahun mendatang. 

"Memang masalahnya kompleks, bisnis migas jangka panjang, enggak bisa bicara cepat, lima tahun paling lambat," jelas dia.



(SAW)