2018, Lifting Migas Diusulkan Capai 2,050 Juta BOEPD

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 14 Jun 2017 06:36 WIB
migasrapbn 2018
2018, <i>Lifting</i> Migas Diusulkan Capai 2,050 Juta BOEPD
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan asumsi makro sektor energi yakni lifting minyak dan gas bumi berkisar antara 1,965 juta sampai 2,050 juta BOEPD. Usulan asumsi itu yang nantinya dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.

Dalam rapat kerja pembahasan tentang asumsi makro untuk RAPBN 2018, Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan, asumsi lifting tersebut diusulkan lantaran melihat produksi beberapa lapangan migas sesuai target. Salah satunya adalah di lapangan gas Jangkrik yang dioperatori oleh Eni.

"Untuk produksi kami optimis migas bisa naik karena ada lapangan Eni produksi target 450 MMSCFD. Kami optimis bisa naikkan lifting migas," kata Jonan, di Kompleks Parlementer, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Berdasarkan data yang diperoleh Metrotvnews.com, rincian dari masing-masing? lifting tersebut adalah sekitar 771-815 ribu BOPD untuk lifting migas dan sekitar 1,194-1,235 juta BOEPD untuk lifting gas. Dalam asumsi ini disebutkan juga asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada 2018 diusulkan sekitar USD45-50 per barel.

Adapun capaian realisasi lifting hingga 31 Mei 2017, lifting minyak sebesar 788.000 BOPD, dan lifting gas 1,132 juta BOEPD. Sementara untuk capaian lifting 12 Juni 2017, Kepala Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menambahkan sudah mencapai 99,3 persen.

Sampai dengan 12 Juni, lifting minyak mencapai 809.415 barel per hari sementara APBN 2017 menargetkan 815.000 per hari. "Minyak per kemarin 12 Juni rata-rata 2017 per day 809.415 bph ini sebesar 99,3 persen dari APBN 2017 815 ribu bph," ujar Amien.

Lima Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menyumbangkan lifting minyak terbesar adalah Chevron Pasific Ind, Mobil Cepu Ltd, PT Pertamina EP, Total E&P Indonesie, dan PHE-ONWJ. Lalu lima KKKS yang menyumbang lifting gas terbesar adalah Total E&P Indonesie, BP Tangguh, Connocophilips (Gresik), PT Pertamina EP, dan Eni.

Dua asumsi lifting ini disetujui oleh Komisi VII DPR-RI. "ICP setuju. Untuk minyak bumi 771-815 ribu. Saya kira masih diangka kisaran yang diajukan. Bisa disetujui? Setuju. Lifting gas setuju," kata Ketua Komisi VII Gus Irawan Pasaribu.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA