Tiongkok Bentuk Komite Stabilitas Keuangan

Angga Bratadharma    •    Kamis, 09 Nov 2017 09:45 WIB
ekonomi chinationgkok
Tiongkok Bentuk Komite Stabilitas Keuangan
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Beijing: Tiongkok telah membentuk sebuah komite di bawah Dewan Negara untuk mengawasi stabilitas keuangan dan pembangunan, menurut sebuah pernyataan resmi. Langkah ini dilakukan pemerintah dengan harapan bisa mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi Tiongkok di masa mendatang.

Panitia akan menjadi kantor dewan, dengan fokus pada pertimbangan dan koordinasi isu-isu utama mengenai stabilitas keuangan dan reformasi dan pembangunan terkait, menurut pernyataan tersebut. Tiongkok mengumumkan akan membentuk komite tersebut selama Konferensi Kerja Keuangan Nasional dua hari.

Komite akan ditugaskan untuk mempertimbangkan reformasi dan pengembangan program utama untuk sektor keuangan, mengkoordinasikan reformasi keuangan, pengembangan dan peraturan, serta mengkoordinasikan isu-isu mengenai kebijakan moneter.

"Selain itu, juga mengkoordinasikan pembuatan kebijakan keuangan dan kebijakan fiskal dan industri terkait," kata pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis 9 November 2017.

Komite juga akan bertanggung jawab untuk menganalisis situasi keuangan internasional dan domestik, menangani risiko keuangan internasional, dan melakukan penelitian kebijakan mengenai pencegahan dan perawatan risiko sistemik serta stabilitas keuangan.

Sebelumnya, Tiongkok telah mengumumkan kebijakan pembatasan pajak untuk mengurangi beban perusahaan terhadap Usaha Kecil dan Mikro (UKM) serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Tiongkok terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi bisa terus terjadi dan merata di seluruh wilayah.

Dari 1 Desember 2017 sampai 31 Desember 2019, lembaga keuangan akan dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pendapatan dari bunga pinjaman kepada usaha kecil, berukuran mikro dan usaha milik perorangan, menurut sebuah dokumen yang diterbitkan bersama oleh Menteri Keuangan dan Administrasi Perpajakan.

 


(ABD)