Harga CPO Tumbang

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 10 Nov 2017 13:05 WIB
cpo
Harga CPO Tumbang
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Jakarta: Harga crude palm oil (CPO) merosot tajam pada perdagangan Kamis kemarin karena dirundung kecemasan melambatnya outlook ekspor.

Investor menantikan data dari Intertek Testing Services dan Societe Generale Surveillance yang akan dirilis siang ini dengan ekspektasi ekspor CPO untuk 10 hari pertama November akan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di Oktober.

Departemen Riset Monex Investindo Futures, Jumat 10 November 2017, tingkat konsumen CPO biasanya mengalami penurunan di kuartal terakhir setiap tahunnya saat belahan bumi bagian utara memasuki musim dingin.

Hal ini menekan tingkat permintaan dari konsumen besar seperti di Tiongkok dan Eropa, mengingat CPO akan membeku pada temperatur dingin.

Faktor negatif lainnya bagi harga CPO adalah penurunan harga minyak kedelai dan penguatan ringgit. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun sebanyak 0,3 persen sementara iringgit menguat sebanyak 0,5 persen ke level 4,2050 per USD pada Kamis, level terkuat dalam lebih dari sebulan.

Secara teknikal, harga CPO masih berpotensi menguji support di kisaran 2.710 ringgit per ton sebelum menguji support kunci 2.670. Untuk pergerakan naik, rilis data ekspor dari ITS dan SGS yang positif berpotensi membuka peluang untuk kembali menguji resisten 2.830 dan 2.890.


(AHL)