CPO Menguat Menjelang Laporan Produksi

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 10 Oct 2017 12:45 WIB
komoditasekonomi dunia
CPO Menguat Menjelang Laporan Produksi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dibuka lebih tinggi pada Selasa di level 2.738 ringgit per ton, harga CPO berpeluang lanjutkan penguatan di tengah solidnya pergerakan harga minyak nabati terkait lainnya dan menjelang perilisan data cadangan dari The Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dan data ekspor dari perusahaan surveyor pada pekan ini

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters, menunjukkan bahwa untuk cadangan di September kemungkinan mengalami kenaikan sebanyak 3,2 persen dari bulan lalu menjadi 2 juta ton, itu adalah level tertinggi sejak Februari 2016.

"Sementara itu, untuk hasil terlihat akan naik menjadi 1,84 juta ton. Itu adalah level terkuat dalam hampir dua tahun dan untuk ekspor diperkirakan akan naik 7,8 persen menjadi 1,6 juta ton," ungkap Departemen Riset Monex Investindo Futures, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Di minyak nabati lainnya, nilai kontrak minyak kedelai untuk periode Desember di Chicago Board of Trade terakhir naik 0,1 persen. Harga minyak sawit dipengaruhi oleh kinerja minyak nabati lainnya yang termasuk kedelai, karena mereka bersaing untuk memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Untuk sisi teknikalnya, level resisten terdekat terlihat di area 2.765, menembus ke atas dari wilayah tersebut dapat memicu kenaikan lebih lanjut menuju ke area 2.795. Sementara itu untuk sisi bawahnya, area 2.700 menjadi level support terdekat, break di bawah zona tersebut dapat mendorong harga untuk lebih rendah menuju ke 2.670.


(ABD)