USD Tertekan di Tengah Data Ekonomi

Angga Bratadharma    •    Kamis, 28 Dec 2017 08:30 WIB
dolar as
USD Tertekan di Tengah Data Ekonomi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

New York: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) lantaran investor mencerna data ekonomi terbaru. Biasanya USD akan bergerak melemah atau menguat sejalan dengan hadirnya sejumlah sentimen.

Mengutip Xinhua, Kamis, 28 Desember 2017, conference board consumer confidence index menurun pada Desember, mengikuti perbaikan sederhana di November. Indeks sekarang berada di 122,1, turun dibandingkan dengan di 128,6 pada November.

Indeks oenjualan rumah tertunda, indikator berwawasan ke depan berdasarkan kontrak, naik 0,2 persen menjadi 109,5 pada November dari 109,3 di Oktober, menurut National Association of Realtors. Dengan kenaikan bulan lalu yang moderat, indeks tersebut tetap pada pembacaan tertingginya sejak Juni, dan sekarang 0,8 persen di atas setahun yang lalu.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,25 persen pada 93,024 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1897 dari USD1,1864 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3399 dari USD1,3379 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7775 dari USD0,7728.

USD membeli 113,25 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,16 yen pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 0,9867 franc Swiss dari 0,9893 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2643 dolar Kanada dari 1,2697 dolar Kanada.


(ABD)