Presiden Bank Dunia Puji Reformasi PM Modi

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 13 Oct 2017 14:23 WIB
bank dunia
Presiden Bank Dunia Puji Reformasi PM Modi
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Washington DC: Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji reformasi yang dilakukan oleh Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi yang dianggap siginifikan.

Di sela-sela acara tahunan IMF-World Bank 2017, Kim mengatakan reformasi tersebut merupakan refleksi dari laporan ranking atau peringkat kemudahan berusaha India.

"Perdana Menteri Modi mengambil pendekatan yang sangat berbeda dengan laporan Doing Business dan mengambil reformasi substansial. Kami sangat terdorong dengan ini," kata Kim seperti dilansir dari laman Businessline, Jumat 13 Oktober 2017.

Hasil reformasi tersebut, kata Kim, nantinya akan tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi India jangka menengah dan panjang.

"Proses reformasi sudah cukup signifikan. Kami berpikir bahwa yang pasti dalam jangka menengah dan panjang, pertumbuhan tersebut akan mencerminkan keseriusan pemerintah Perdana Menteri Modi dalam melakukan reformasi tersebut," tambah Kim seperti dilansir  dari laman Livemint.

Seperti diketahui, baik Bank Dunia maupun IMF telah menurunkan proyeksi pertumbuhan India. Bank Dunia pada memperkirakan bahwa GDP India dapat melambat dari 8,6 persen di 2015 menjadi tujuh persen di 2017 karena adanya gangguan oleh demonetisasi dan GST. IMF juga telah menurunkan proyeksi pertumbuhan India menjadi 6,7 persen pada 2017.

Pekan lalu, kepala Bank Dunia mengatakan bahwa penurunan tersebut karena adanya gangguan sementara dalam persiapan GST. "Tim kami merasa perlambatan ini karena menunggu berlakunya pajak barang dan jasa," kata Kim dalam menanggapi sebuah pertanyaan mengenai perlambatan pertumbuhan India.

"Tapi pajak barang dan jasa yang harus kita pahami adalah sesuatu yang telah lama dibicarakan India, jauh sebelum PM Modi mengambil alih kekuasaan," ucap dia lagi.

Dia bilang, pajak barang dan jasa akan menghentikan hal-hal seperti truk yang terhenti begitu lama dalam mengangkut barang melalui India, karena di setiap perbatasan mereka harus berhenti dan melalui proses pajak yang rumit.

"Pajak barang dan jasa akan sangat baik untuk pertumbuhan India, tapi untuk saat ini indra adalah perusahaan menunggu sampai melewati sebelum benar-benar melakukan investasi dan mengambil tindakan. Jadi, akal kami adalah bahwa ini (perlambatan pertumbuhan) bersifat sementara," tutur Kim.


(AHL)