Harga Minyak Terdorong Pernyataan Menteri Perminyakan Irak

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 12 Jun 2018 08:25 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Terdorong Pernyataan Menteri Perminyakan Irak
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

New York: Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) menetap lebih tinggi pada perdagangan Senin usai adanya komentar dari Menteri Perminyakan Irak Jabar al-Luaibi.

Melansir Xinhua, Selasa, 12 Juni 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli naik USD0,36 menjadi USD66,10 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus tidak berubah di level USD76,46 per barel di London ICE Futures Exchange.

Jabar al-Luaibi meragukan apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memutuskan untuk meningkatkan output. Dia mengatakan bahwa produsen minyak tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan untuk memompa lebih banyak minyak.

Adapun hal tersebut dikatakannya di tengah laporan bahwa Pemerintah AS telah secara tidak resmi meminta Arab Saudi dan beberapa produsen minyak lainnya untuk meningkatkan produksi, sehari sebelum Washington memberlakukan sanksi baru pada Iran, menurut CNBC.

Harga minyak AS pun langsung berbalik arah menetap lebih tinggi mengikuti laporan tersebut. Namun, kenaikan ditutup karena meningkatnya produksi Rusia dan AS memberikan tekanan pada minyak mentah berjangka.

Jumlah rig yang beroperasi di ladang minyak AS naik satu menjadi total 862 rig pekan lalu, mencatat level tertinggi sejak Maret 2015, lapor perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya.


(AHL)