Wall Street Berakhir Datar

Angga Bratadharma    •    Rabu, 12 Jul 2017 06:46 WIB
wall street
Wall Street Berakhir Datar
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street (Reuters/Lucas Jackson)

Metrotvnews.com, New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street sedikit berubah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dalam sebuah sesi yang ditandai dengan reaksi spontan terhadap kejadian di Washington. Kondisi itu yang mendorong investor untuk terlebih dahulu khawatir kemudian berharap tentang prospek agenda ekonomi pengelola Trump.

Saham turun tajam pada perdagangan pagi hari setelah email yang diungkapkan oleh putra tertua Presiden Donald Trump mengutip dukungan Rusia untuk kampanye ayahnya pada pemilihan 2016. Email itu merujuk pada seorang jaksa penuntut Pemerintah Rusia yang menawarkan kampanye Partai Republik Trump yang merusak informasi tentang rival Demokrat Hillary Clinton.

Namun, pasar pulih kembali saat pemimpin Partai Senat AS Mitch McConnell mengumumkan penundaan dua minggu di reses Agustus Senat untuk memberi lebih banyak waktu guna mengerjakan undang-undang dan menyetujui nominasi, menandakan prospek kemajuan dalam agenda Partai Republik.


Wall Street (REUTERS/Eric Thayer)

"Ini adalah permainan dari harapan. Kami memiliki sesuatu yang mungkin negatif dan sekarang kami memiliki sesuatu yang mungkin positif," kata Kepala Petugas Investasi Commonwealth Financial Brad McMillan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 12 Juli 2017.

Pertarungan Senat yang tertunda memberikan gambaran bahwa ada komitmen untuk membuat beberapa perubahan yang ingin dilihat pasar. Sementara pertukaran email Trump Jr dapat memberi fokus lebih pada investigasi terkait Rusia yang telah membayangi Gedung Putih.

Indeks Dow Jones Industrial Average .DJI ditutup naik 0,55 poin menjadi 21.409,07. Sementara itu, S&P 500.SPX kehilangan 1,9 poin atau 0,08 persen, menjadi 2.425,53 dan Nasdaq Composite .IXIC menambahkan 16,91 poin atau 0,27 persen menjadi 6,193.31.

Ketidakpastian mengenai apakah administrasi Trump dapat mendorong agendanya tahun ini telah membebani pasar, terutama setelah penundaan yang berulang dalam mendapatkan tagihan perawatan kesehatan baru yang disahkan.

 


(ABD)