Emas Dunia Tertekan Penguatan USD

   •    Kamis, 13 Oct 2016 12:32 WIB
harga emas
Emas Dunia Tertekan Penguatan USD
Ilustrasi (AFP PHOTO)

Metrotvnews.com, Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan pedagang menunggu rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS setelah penutupan pasar.

Mengutip Antara, Kamis 13 Oktober, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD1,9 atau 0,15 persen menjadi menetap di USD1.252,30 per ounce.

Para investor bersemangat menunggu risalah pertemuan dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sebelumnya yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Analis mencatat bahwa investor percaya bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada sembilan persen untuk pertemuan November 2016 dan 70 persen pada pertemuan Desember 2016. Indeks dolar AS naik 0,24 persen menjadi 97,94 pada pukul 19.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja pada Rabu, mencegah logam mulia dari penurunan lebih lanjut karena data AS lebih buruk daripada perkiraan mendorong investor ke aset "safe haven" emas.

Laporan menunjukkan lowongan kerja menurun sebesar 7,3 persen selama Agustus ke tingkat 5,443 juta. Para analis mencatat data perekrutan pegawai yang lebih lemah mendorong survei lowongan kerja turun.

Sedangkan harga perak untuk pengiriman Desember turun 0,4 sen atau 0,02 persen menjadi ditutup pada USD17,505 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 turun USD7,9 atau 0,83 persen menjadi ditutup pada USD941,9 per ounce.


(ABD)