Produksi Mobil di Inggris Melemah Usai Brexit

Angga Bratadharma    •    Jumat, 25 Nov 2016 07:35 WIB
inggrisbrexit
Produksi Mobil di Inggris Melemah Usai Brexit
Sejumlah dealer mobil menjual mobil baru di Inggris (REUTERS/Luke MacGregor)

Metrotvnews.com, London: Produksi mobil di Inggris tercatat lebih sedikit pada bulan lalu dan menjadi yang pertama kalinya dalam kurun waktu satu tahun lebih, didorong oleh permintaan domestik yang lebih lambat. Kondisi itu juga mendorong industri tersebut untuk memperbaharui seruannya kepada Pemerintah Inggris untuk mempertahankan perdagangan bebas.

Mengutip Reuters, Jumat 25 November, sejauh ini, warga Inggris tetap pada pendiriannya untuk keluar dari keanggotaan Uni Eropa atau Brexit. Tidak ditampik, langkah seperti itu memberikan efek tersendiri bagi perekonomian Inggris utamanya dari sisi perdagangan dengan Uni Eropa.

Secara keseluruhan, produksi yang turun secara tahunan itu mencapai satu persen menjadi 151.795 unit pada Oktober, menurut Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT). Akan tetapi, melemahnya data ini harus menjadi perhatian tersendiri dan diharapkan tidak terus melemah.

Baca: Inggris Siap Beri Bantuan ke Rakyat Miskin Usai Brexit

SMMT menyatakan bahwa perubahan model berdampak pada angka bulanan. Bahkan, perubahan model itu bisa mengurangi jumlah produksi. Permintaan untuk model yang dibangun Inggris mencapai 81 persen atau naik naik sedikit di Oktober.


Sejumlah mobil ditampilkan di luar showroom di London
(REUTERS/Luke MacGregor)


Berdasarkan data lain, pertumbuhan keseluruhan penjualan mobil telah mengalami perlambatan sejak 23 Juni atau keputusan terjadinya Brexit. Permintaan bisnis telah mendapatkan kompensasi penurunan penjualan terhadap individu sejak April.

Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menegaskan bahwa Inggris telah memangkas proyeksi resmi pertumbuhan ekonomi untuk dua tahun ke depan. Penyampaian itu dilakukan saat pernyataan anggaran pertama Inggris sejak warganya memilih untuk meninggalkan Uni Eropa.

Baca: Uni Eropa Tidak Khawatir Atas Jaminan Inggris ke Nissan

Keuangan publik telah memberikan Hammond ruang kecil untuk meningkatkan belanja publik atau melakukan pemotongan pajak yang cukup besar. Sejauh ini, pemerintah terus berupaya agar laju perekonomian tidak bergerak lemah dan terus memacu ekonomi tumbuh lebih maksimal di masa mendatang.

 


(ABD)