Saham Berjangka AS Jatuh Usai Penutupan Pemerintah AS

Angga Bratadharma    •    Senin, 22 Jan 2018 08:16 WIB
wall streetekonomi amerikapemerintahan as
Saham Berjangka AS Jatuh Usai Penutupan Pemerintah AS
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

New York: Saham berjangka jatuh pada Minggu waktu setempat (Senin WIB) karena Pemerintah Amerika Serikat (AS) tetap ditutup. Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump resmi ditutup setelah kubu Partai Demokrat dan Republik gagal mencapai kesepakatan anggaran federal, Sabtu 20 Januari 2018.

Mengutip CNBC, Senin, 22 Januari 2018, indeks rata-rata Dow Jones industrial berjangka turun 32 poin dan sempat turun sebanyak 101 poin. Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka turun masing-masing tiga poin dan lima poin.

Gedung Putih dengan cepat menyalahkan Demokrat setelah penutupan dimulai. Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan ini adalah perilaku pecundang yang menyimpang, bukan legislator.

Partai Republik dan Demokrat saling menyalahkan atas tutupnya pemerintahan (government shutdown) di Amerika Serikat. Penutupan terjadi karena kedua kubu tidak menyepakati rancangan anggaran federal.



Partai Republik menyebut penutupan ini sebagai 'Schumer Shutdown'. Istilah tersebut diambil dari nama pemimpin minoritas Senat, Charles Schumer, (Demokrat; New York) yang dianggap bertanggung jawab.
 
Republik menilai seharusnya pemerintahan dapat tetap dibuka jika Demokrat di Senat tidak menolak rancangan undang-undang yang diloloskan DPR. Juru bicara Gedung Putih dan Ketua DPR AS menyebut Demokrat telah menyandera masyarakat Negeri Paman Sam.  

Kekhawatiran tentang shutdown membuat kecemasan di investor. Pada Selasa, indeks Dow memberikan kenaikan 283 poin. Sementara S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah pada sesi tersebut. Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang secara luas dianggap sebagai alat pengukur rasa takut terbaik di Wall Street, mengakhiri minggu ini hampir 11 persen lebih tinggi.

Secara historis, Vix rata-rata mengembalikan 9,7 persen satu minggu setelah penutupan pemerintah, sementara S&P 500 tergelincir sebanyak 0,3 persen dalam jangka waktu tersebut.

 


(ABD)