Bank of Tokyo-Mitsubishi Incar Saham Bank Danamon USD1,76 Miliar

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 09 Nov 2017 13:28 WIB
bank danamon
Bank of Tokyo-Mitsubishi Incar Saham Bank Danamon USD1,76 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Tokyo: Bank besar asal Jepang, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ melirik membeli sekitar 40 persen saham Bank Danamon di Indonesia. Bank asal Jepang tersebut berencana menjadi pemilik saham mayoritas di masa depan.

Melansir Nikkei, Kamis 9 November 2017, unit grup Mitsubishi UFJ Financial Group memutuskan bersungguh-sungguh memulai negosiasi dengan Danamon dan pemegang saham mayoritasnya asal Singapura, Temasek Holdings, dan juga dengan pemerintah daerah setempat.

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ berusaha mengubah Danamon menjadi afiliasi metode ekuitas pada awal pertengahan 2018. Investasi awal yang digelontorkan tercatat sekitar 200 miliar yen atau setara USD1,76 miliar.

Meskipun kepemilikan asing terhadap bank-bank di Indonesia dibatasi sebesar 40 persen, pembatasan ini bersifat fleksibel bagi investor yang memenuhi persyaratan tertentu, seperti berjanji untuk berkontribusi pada ekonomi lokal. Empat kreditur Indonesia berada di bawah kepemilikan mayoritas asing oleh perusahaan multinasional termasuk HSBC.

Danamon yang berbasis di Jakarta adalah bank terbesar kelima di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar dan berada di urutan ke delapan dengan total aset. Laba bersih tumbuh 14 persen menjadi Rp2,79 triliun (USD206 juta setara kurs saat ini) untuk tahun buku yang berakhir pada Desember 2016.

Danamon aktif di perbankan ritel maupun korporasi, dengan jaringan domestik yang memiliki lebih dari 1.800 lokasi di seluruh dunia.

Sementara itu, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ telah melakukan transaksi di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, dimulai dengan kesepakatan di 2012 untuk membeli sekitar 20 persen dari Vietnam Commercial Stock Commercial Industry, yang dikenal sebagai Vietinbank.

Bank asal Jepang ini juga telah menghabiskan dana sebesar 170,6 miliar baht (USD5,15 miliar pada kurs saat itu) pada 2013 untuk mengakuisisi 72 persen bank pemberi pinjaman Thailand Bank of Ayudhya, dan mengambil 20 persen saham di Security Bank Filipina tahun lalu.

Adapun laba kotor BTMU di wilayah Asia-Oceania hanya mencapai USD8,9 miliar pada 2014, dibandingkan sebelumnya sebesar USD22,9 miliar untuk HSBC, menurut Nomura Securities. Kesepakatan Danamon akan menambah pendapatan sekitar USD500 juta plus total pinjaman Jepang, membuatnya lebih dekat dengan pemain seperti Citigroup.

Langkah pengambilan saham tersebut juga akan meningkatkan pangsa keuntungan BTMU yang diperoleh di luar negeri dari 40 persen menjadi lebih dari 50 persen, yang pertama untuk sebuah bank Jepang.


(AHL)