PBB Harap Pembangunan Berkelanjutan Dorong Perekonomian

Angga Bratadharma    •    Selasa, 10 Oct 2017 13:06 WIB
pembangunanekonomi dunia
PBB Harap Pembangunan Berkelanjutan Dorong Perekonomian
Ilustrasi (UN PHOTO/Marco Castro)

Metrotvnews.com, New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengungkapkan bahwa tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang diusung PBB adalah mempromosikan masyarakat yang damai, inklusif dan adil. Hal itu nantinya memungkinkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan pada 2030 mendatang.

"Tanggapan global bahwa menangani akar permasalahan konflik dan mengintegrasikan perdamaian dengan harapan adanya pembangunan berkelanjutan dan hak asasi manusia secara holistik," ungkap António Guterres, seperti dikutip dari CNBC, Selasa 10 Oktober 2017.

Jadi dengan waktu yang terus berdetak, para ekonom, investor dan inovator berkolaborasi untuk menyelidiki akar masalahnya dan mengembangkan sebuah resolusi yang membantu memulihkan perdamaian. Tapi tetap menjadi pertanyaan mengenai apa sebenarnya akar penyebab konflik dan apa peran investasi.

Ekonom Peru Hernando de Soto, yang juga pendiri Institut Kebebasan dan Demokrasi, percaya bahwa banyak konflik di dunia dapat dilacak dalam perselisihan mengenai hak atas tanah. Tentu kesemuanya dalam rangka memperbaiki sejumlah persoalan di perekonomian.



"Kerusakan lingkungan di Amazon, perang di tempat-tempat seperti Suriah, Libya, dan Afghanistan, tetangga tidak bisa bergaul satu sama lain dan itu semua karena Anda tidak tahu siapa yang memiliki apa. Itu sumber dari semua masalah," ungkap de Soto.

"Sampai masalah ini diselesaikan, kita tidak akan bisa mencapai situasi di Dunia Barat di mana perselisihan diselesaikan oleh undang-undang properti, yang merupakan cara beradab dalam melakukan sesuatu," tambahnya.

Dengan pengalaman menasihati lebih dari 30 kepala negara, de Soto bertekad untuk memastikan bahwa judul properti diberikan kepada miliaran orang termiskin di dunia sehingga proses perdamaian, investasi dan kemakmuran dapat dimulai.

"Jika Anda memberi seseorang gelar ke rumah, bisnis atau lahan mereka, mereka memberi mereka keamanan dan kesempatan untuk meminjam uang dan memulai bisnis," kata Soto.

 


(ABD)