Indeks Acuan Inggris Berakhir Menguat 0,40%

   •    Rabu, 11 Oct 2017 08:04 WIB
bursa efekbursa sahamekonomi inggris
Indeks Acuan Inggris Berakhir Menguat 0,40%
Ilustrasi (AFP PHOTO/ODD ANDERSEN)

Metrotvnews.com. Londo: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London mengalami penguatan sebanyak 0,40 persen atau 30,38 poin menjadi 7.538,27 poin.

Mengutip Antara, Rabu 11 Oktober 2017, Persimon, perusahaan pengembang perumahan Inggris, melonjak 2,34 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham Burberry Group dan Reckitt Benckiser Group, yang masing-masing meningkat sebesar 2,22 persen dan 2,19 persen.

Di sisi lain, Pearson, perusahaan penerbitan dan pendidikan multinasional Inggris, mengalami kerugian terbesar di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya turun 1,90 persen. Diikuti oleh saham Sage Group, perusahaan perangkat lunak multinasional Inggris, turun 1,64 persen, serta Johnson Matthey, merosot 1,63 persen

Sementara indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 69,61 poin atau 0,31 persen menjadi berakhir di 22.830,68 poin, mencatat rekor penutupan. Sementara indeks S&P 500 ditutup naik 5,91 poin atau 0,23 persen menjadi 2.550,64 poin, dan indeks Komposit Nasdaq naik 7,52 poin atau 0,11 persen menjadi ditutup di 6.587,25 poin.

Perolehan laba emiten pada kuartal ketiga diperkirakan meningkat 4,9 persen dari tahun ke tahun, menurut data dari Thomson Reuters. Sementara pendapatan para emiten kuartal ketiga diperkirakan akan meningkat 4,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Beberapa perusahaan besar di sektor keuangan dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalan minggu ini, termasuk BlackRock, Citigroup, Bank of America dan Wells Fargo. Dalam berita perusahaan, raksasa ritel Wal-Mart mengumumkan pembelian kembali sahamnya senilai USD20 miliar.

Perusahaan tersebut juga mengatakan mereka memperkirakan akan menambah 1.000 lokasi penjemputan bahan pangan secara online di gerai-gerai AS pada tahun fiskal 2019. Selain itu, komponen Dow tersebut memperkirakan pertumbuhan unit global sekitar 280, termasuk unit baru yang diperluas dan direlokasi, untuk setiap tahun fiskal 2018 dan 2019.


(ABD)