Outlook Kenaikan Produksi Berpotensi Membebani CPO

   •    Rabu, 07 Feb 2018 13:12 WIB
cpo
<i>Outlook</i> Kenaikan Produksi Berpotensi Membebani CPO
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahdi Septiawan).

Jakarta: Harga minyak sawit (CPO) masih berpotensi lanjutkan penurunannya pada perdagangan hari ini karena outlook tingginya produksi dan menguatnya mata uang ringgit.

Mengutip hasil riset Monex Investindo Futures, Rabu, 7 Februari 2018, harga CPO berakhir turun 0,8 persen di level 2.470 ringit per ton. Angka ini membukukan penurunan untuk tiga dari empat sesi terakhir karena kejatuhan pasar saham yang dipicu kenaikan tajam dalam imbal hasil obligasi AS.

Saat ini fokus investor akan tertuju pada laporan produksi minyak sawit Malaysia, yang berdasarkan survei Reuters diperkirakan akan naik 0,6 persen di Januari menjadi 2,75 juta ton, yang akan menjadi rekor tertinggi dalam dua tahun, karena ekspor kemungkinan akan berada di bawah level output.

Untuk pergerakan ringgit sendiri, pada pukul 11.30 WIB terlihat menguat 0,2 persen di level 3,9075 per dolar AS. Ringgit yang menguat akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal yang dapat mempengaruhi tingkat permintaan. 

Harga minyak sawit terlihat akan melemah dalam jangka pendek dengan target support terdekat terlihat di 2.465, break di bawah level tersebut dapat memicu penurunan lebih lanjut untuk menguji level support selanjutnya di 2.440.

Sementara itu untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di 2.500, break di atas zona tersebut dapat mendorong kenaikan lanjutan menuju ke level 2.525.


(AHL)