Harga Minyak Terus Merosot ke USD66/Barel

   •    Rabu, 07 Feb 2018 08:52 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Terus Merosot ke USD66/Barel
Ilustrasi. (Foto: Antara/M Adimaja).

Houston: Harga minyak mentah dunia turun untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar AS menguat ke tingkat tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Selain itu penurunan ini juga terjadi akibat aksi jual tajam di Wall Street dan pasar saham lainnya, sebuah kekalahan global yang menghapus nilai pasar sekitar USD4 triliun.

Pasar minyak mentah tetap berada di wilayah positif di tahun ini, sekalipun setelah saham-saham Wall Street pada Senin mencatat penurunan satu hari terbesar mereka sejak akhir 2011.

Mengutip Antara, Rabu, 7 Februari 2018, harga patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April, turun 76 sen atau 1,12 persen menjadi USD66,86 per barel, setelah menyentuh sesi terendah sejak 2 Januari di USD66,53 per barel.

Sementara itu harga patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 76 sen atau 1,18 persen menjadi USD63,39 per barel, terendah sejak 22 Januari.

"Minyak mentah bertindak seperti boneka dengan pasar ekuitas dan dolar bertindak sebagai dalang," kata Brian LaRose, analis teknikal senior di ICAP.

Indeks saham utama AS, indeks S&P 500, telah kehilangan 6,8 persen sejak mencapai rekor tertinggi pada 26 Januari. Minyak telah turun 5,2 persen.

Saham-saham AS akhirnya rebound dalam perdagangan sore yang berfluktuasi. Indeks utama naik lebih dari satu persen dalam ayunan drastis setelah memulai sesi dua persen lebih rendah dari Senin.

Hubungan terbalik minyak terhadap dolar, di mana mata uang yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi para investor non AS untuk membeli aset-aset dalam denominasi dolar, telah menegaskan kembali diri mereka minggu ini, dengan greenback naik satu persen sejak 1 Februari.

Salah satu faktor yang memberi dukungan terhadap harga minyak adalah struktur kurva ke depan. Mendorong kontrak berjangka diperdagangkan jauh di atas untuk pengiriman berikutnya di masa yang akan datang.

Harga minyak juga didukung oleh penurunan 1,8 juta barel per hari (bpd) pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia. Namun, kenaikan pasokan AS telah menekan minyak.

Badan Informasi Energi AS mengatakan bahwa mereka memperkirakan produksi minyak mentah dalam negeri pada 2018 meningkat sebesar 1,26 juta barel per hari menjadi 10,59 juta barel per hari tahun ini. Bulan lalu, memperkirakan kenaikan 970 ribu barel per hari dari tahun ke tahun menjadi 10,27 juta barel per hari.

Kelompok industri American Petroleum Institute (API) akan menerbitkan datanya tentang persediaan minyak pada pukul 4.30 sore waktu setempat, diikuti oleh data resmi dari Departemen Energi AS pada Rabu pagi waktu setempat.


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA