USD Menguat, Investor Tunggu Pidato Kenegaraan Trump

   •    Rabu, 06 Feb 2019 09:45 WIB
dolar as
USD Menguat, Investor Tunggu Pidato Kenegaraan Trump
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), ketika para investor menunggu pidato kenegaraan Presiden Donald Trump untuk kemungkinan pembaruan tentang perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Mengutip Antara, Rabu, 6 Februari 2019, indeks USD, yang melacak greenback versus euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 96,064. Indeks, yang mencapai tertinggi lebih dari satu minggu di 96,12 di awal sesi, sedikit berubah untuk tahun ini.

Euro diperdagangkan 0,2 lebih rendah terhadap dolar, setelah survei menunjukkan bahwa bisnis zona euro berkembang pada tingkat terlemah mereka sejak pertengahan 2013 pada awal tahun ini. Pemulihan berkelanjutan dalam selera investor terhadap risiko telah memberikan tekanan terhadap mata uang safe-haven, menyeret franc Swiss lebih rendah.

Sementara dolar Australia naik setelah bank sentral negara itu memperingatkan risiko-risiko terhadap pertumbuhan dan menjauhi sinyal pelonggaran kebijakan eksplisit.

Ahli Strategi Valas di Credit Agricole Eric Viloria mengatakan dengan bank-bank sentral di seluruh dunia dalam pola holding dan sejumlah ketidakpastian pada perdagangan dan faktor-faktor lain, perdagangan di pasar mata uang sebagian besar bergerak dalam kisaran yang relatif ketat .

"Kisaran ini dapat berlangsung selama beberapa waktu sampai ada tindakan bank sentral yang lebih menentukan atau resolusi untuk beberapa dinamika politik, apakah itu negosiasi perdagangan atau sebaliknya," katanya.

Investor mengalihkan perhatian mereka ke pidato kenegaraan Donald Trump yang akan berlangsung pada pukul 21.00 waktu setempat (02.00 GMT), yang bisa mengisyaratkan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.

Dolar Australia naik tajam, membalikkan kerugian sebelumnya, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga pada rekor terendah pada pertemuan pertamanya tahun ini, tetapi terdengar kurang dovish dari yang diharapkan.

Pound Inggris merosot ke posisi terendah dua minggu setelah data survei lemah dan ketidakpastian tentang pembicaraan Brexit mendorongnya di bawah level pasar utama, memaksa beberapa investor besar untuk mengurangi beberapa taruhan. Dolar Kanada tergelincir terhadap mitra AS, karena harga minyak sedikit lebih rendah.


(ABD)